SS TODAY

LO Kedua Bacalon Pilgub Jatim Mengklaim Perbaikan Persyaratan Sudah Siap

Laporan Denza Perdana | Rabu, 17 Januari 2018 | 19:47 WIB
LO kedua bakal pasangan calon saat pengumuman hasil penelitian berkas persyaratan di Kantor KPU Provinsi Jatim, Rabu (17/1/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Liaison Officer (LO) kedua bakal pasangan calon di Pilgub Jatim 2018 hadir dalam pengumuman hasil penelitian dokumen persyaratan pencalonan dan syarat calon di Kantor KPU Provinsi Jatim, Rabu (17/1/2018).

Di pihak pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak ada Roziqi Ketua Tim Pemenangan pasangan ini, yang turut menghadiri acara ini.

Kepada Anggota KPU Jatim, dia mengklaim, semua kekurangan persyaratan pasangan Khofifah-Emil sudah dia bawa dan siap diserahkan hari ini juga bila memang diperbolehkan.

"Untuk semua dokumen yang perlu diperbaiki, kebetulan kami sudah siapkan semua. Seperti Surat LHKPN dari KPK, baik Bu Khofifah dan Pak Emil, juga surat pelaporan pajak Bu Khofifah. Kalau memang boleh kami serahkan sekarang," katanya.

Dia juga mengklaim, sudah membawa surat ketetapan dari pengadilan soal perbedaan nama di Ijazah dan KTP Khofifah. Di Ijazah, nama bakal calon gubernur itu tertulis hanya Khofifah, sedangkan di KTP tertulis Khofifah Indar Parawansa.

Eko Sasmito Ketua KPU Provinsi Jatim mengatakan, penyerahan dokumen perbaikan persyaratan baru bisa dilakukan mulai Kamis (17/1/2018). Karena itu, dia menolak penyerahan dokumen dari Tim Pemenangan Khofifah-Emil.

Sementara itu, LO pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang juga hadir dalam acara itu memang tidak urun menyatakan kepada KPU soal perbaikan persyaratan.

Namun, M. Waliyul Hakim satu di antara LO Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno mengatakan, sebenarnya semua dokumen perbaikan itu juga sudah dilengkapi oleh timnya.

"Ini, sudah ada semua," ujarnya kepada suarasurabaya.net ketika ditemui usai pengumuman hasil penelitian berkas persyaratan calon oleh KPU Jatim.

Ada beberapa persyaratan yang perlu diperbaiki, baik Gus Ipul maupun Puti Guntur Soekarno. Beberapa di antara catatan Bawaslu, ada perbedaan nama di Ijazah dengan KTP milik Gus Ipul.

Sementara, untuk Puti, Bawaslu menyebutkan, di dalam dokumen persyaratan calon, Puti belum melampirkan Ijazah Sekolah Menengah Atas sebagai syarat minimal.

"Tapi sebenarnya sudah ada Ijazah S-1. Ini hanya human error karena semua persiapan sangat mendadak. Mbak Puti juga baru datang dari Jepang, waktu pendaftaran itu," katanya.

Untuk nama Gus Ipul yang berbeda antara di Ijazah dengan di KTP, Hakim mengklaim bahwa timnya juga sudah melengkapi dokumen itu dan siap diserahkan.

"Tapi kan enggak bisa sekarang. Mungkin besok, atau mungkin di hari terakhir pukul 00.00 WIB," selorohnya lalu tertawa. (den/bid)
Editor: Zumrotul Abidin



LAINNYA