SS TODAY

Walhi: 700 Ribu Hektare Hutan di Jatim Mengalami Kerusakan

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 10 Januari 2018 | 13:53 WIB
Laporan Walhi terkait situasi ekologis Jawa Timur tahun 2014-2017.
suarasurabaya.net - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur melaporkan, 700.000 hektare (Ha) hutan di Jawa Timur mengalami kerusakan selama tahun 2014-2017.

Sedangkan 30 persen hutan di Jawa Timur mengalami deforestasi setiap tahunnya.

"Luasan hutan di Jawa Timur terus berkurang karena adanya konversi lahan, penebangan liar, kebakaran, dan erosi," tulis laporan Walhi terkait situasi ekologis Jawa Timur tahun 2014-2017 yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (10/1/2018).

Luas total hutan di Jawa Timur adalah 1.357.206,3 Ha dengan rincian hutan produksi 881.889,5 hektare; hutan konservasi 233.117,5 Ha; dan hutan lindung 312.636,5 Ha.

Walhi mencatat perincian hutan di wilayah daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami kerusakan sebagai berikut:
- DAS Brantas yang meliputi Malang, Blitar, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Pasuruan seluas 250.638 Ha;
- DAS Sampean yang meliputi Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep seluas 286.102,12 Ha;
- DAS Solo yang meliputi Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, dan Pacitan seluas 270.296,79 Ha.

Walhi juga mencatat beberapa bencana alam akibat rusaknya hutan lindung di antaranya longsor di Trenggalek; kerusakan lingkungan di pesisir Teluk Meru; banjir lumpur di Mojokerto; longsor di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang; dan banjir bandang di Pujon.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah