SS TODAY

KPK Agendakan Pemeriksaan Kasus Suap Bupati Jombang

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 13 Maret 2018 | 13:04 WIB
Inna Silestyowati Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang (berkerudung), berjalan menuju ruang pemeriksaan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018). Foto : Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berupaya mengusut kasus dugaan suap terkait perizinan dan pengurusan penempatan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selasa (13/3/2018), KPK mengagendakan pemeriksaan lanjutan Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Jombang non aktif, dan Inna Silestyowati, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, yang sama-sama berstatus tersangka.

Febri Diansyah Kepala Biro Humas KPK mengatakan, Nyono akan diperiksa sebagai saksi untuk Inna Silestyowati. Sedangkan Penyidik KPK akan memeriksa Inna sebagai tersangka dalam kasus ini.

Sekitar pukul 10.30 WIB, Inna tiba di Gedung Merah Putih KPK. Sementara, Nyono Suharli terpantau belum hadir di kantor komisi antirasuah, Jakarta Selatan.

Sebelumnya pada awal februari lalu, Minggu (4/2/2018), KPK menetapkan Nyono Suharli Wihandoko sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Inna Silestyowati sebagai tersangka pemberi suap.

Penetapan status hukum itu dilakukan sesudah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di tiga lokasi terpisah, Sabtu (3/2/2018).

Dari tangan Bupati Jombang, KPK menemukan uang tunai sekitar Rp25 juta dan 9500 Dollar AS yang diduga sisa pemberian Inna Silestyowati.

Pemberian itu, menurut KPK, adalah suap supaya Bupati Jombang menetapkan Inna Silestyowati sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang definitif.

Sedangkan Nyono yang berniat menjadi Bupati Jombang periode 2018-2023, menerima uang suap itu untuk biaya pemenangannya di Pilkada 2018.

Uang suap diduga berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan/dana kapitasi 34 puskesmas di Jombang. Dana tersebut dikumpulkan sejak Juni 2017 mencapai angka Rp 434 juta.

Atas perbuatan korupsi yang disangkakan, Nyono Suharli Wihandoko dan Inna Silestyowati terancam hukuman penjara serta denda sejumlah uang. (rid/tna/rst)
Editor: Restu Indah