SS TODAY
Hari Pers Nasional (HPN) 2018

PWI: Posisi Pers Menarik dan Seksi di Tengah Kepentingan Politik dan Ekonomi

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 09 Februari 2018 | 09:26 WIB
Ilustrasi. Desain Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Saat ini pers berada pada posisi menjadi menarik dan seksi di tengah kepentingan politik dan ekonomi.

"Karena politik kita yang menganut demokrasi dan kebebasan, itulah yang membuat pers kita seksi untuk ditarik ke mana-mana," kata Ahmad Munir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada Radio Suara Surabaya.

Jika ada yang mengecap pers ini ikut parta A,B atau C, kata Munir, saat itulah pers diuji karena pers hanya melayani kepentingan publik. Jadi ketika pers mengikuti kepentingan kelompok tertentu sejatinya itu bukanlah pers sehingga harus dikembalikan lagi ke marwahnya.

"Untuk masyarakat, jangan segan-segan pindah channel, pindah frekuensi, pindah media cetak kalau persnya sudah tidak lagi menjaga kepentingan masyarakat. Ini sebagai bentuk edukasi pada msyarakat," ujar Munir dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Jumat (9/2/2018).

Selain itu, masyarakat pers juga harus siap dan beradaptasi dalam platform medianya dan model bisnis media ke depan.

Dari masyarakat pers sendiri di era ke depan, kata dia, bagaimana pers harus hadir saat masyarakat hari ini banyak mendapat informasi yang simpang siur. Pers harus pada posisi meluruskan yang hoax.

"Bagaimana pers di era sekarang beradaptasi menyesuaikan platform distribusi channelnya agar tetap di tengah masyarakat, agar media eksis di tengah persaingan media," katanya.

Selain itu, pers juga harus tetap menjaga marwahnya mengabdi demi masyarakat, menghindari isu-isu Sara yang mengarah pada perpecahan.

"Semoga Suara Surabaya sebagai pelopor citizen journalism di Surabaya tetap bisa mengabdi pada masyarakat bersama kami," tambahnya. (dwi)