SS TODAY

Klenteng Siapkan Kimchua Jelang Sembahyang Imlek 2569

Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 09 Februari 2018 | 17:44 WIB
Mempersiapkan kertas Kimchua untuk kelengkapan sembahyang Imlek 2569. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Beberapa pekerja dibelakang klenteng Hong San Ko Tee Jl. HOS Cokroaminoto, Jumat (9/2/2018) terlihat sibuk melipat kertas kuning dengan garis tepi berwarna keemasan dan merah. Tangan-tangan terampil itu terlatih melipat kertas itu.

"Kalau hari biasa, memang sudah ada persediaan. Tapi khusus menyambut Imlek tahun ini, kami tambah lagi stoknya. Biasanya memang dipakai keluarga-keluarga untuk bersembahyang dan berdoa bersama keluarga," kata Sumiati.

Sumiati satu diantara pekerja di klenteng Hong San Ko Tee yang menyampaikan setiap menjelang persembahyangan ganti tahun Imlek, klenteng selalu ramai, dan harus menambah stok persediaan Kimchua yang memang dipakai sebagai kelengkapan sembahyang.

Kimchua adalah selembar kertas berwarna kuning, dengan garis tepi berwarna keemasan dan merah. Dilipat sedemikian rupa, kemudian dipakai untuk kelengkapan bersembahyang saat berada di klenteng. "Biasanya memang dipakai melengkapi sembahyang di klenteng," tambah Sumiati.

Tidak ada harga khusus untuk sekitar 20 lembar Kimchua yang biasanya memang dibuat oleh para pekerja di klenteng sebelum hari-hari besar keagamaan. Umat biasanya membayar Kimchua dengan ikhlas. "Kadang ada yang ngasi 100 ribu atau lebih," ujar Sumiati.

Saat ini, menjelang pelaksanaan sembahyang Imlek 2569, persediaan Kimchua memang harus ditambah agar masyarakat atauumat yang akan bersembahyang dengan menggunakan Kimchua tidak sampai kehabisan.

Pemandangan tidak jauh berbeda juga terlihat di bagian sisi kanan klenteng Dukuh di kawasan Jl. Dukuh, Surabaya. Beberapa pekerja sedang melipat kertas Kimchua. "Nambah stok untuk persediaan sembahyang tahun baru Imlek 2569 nanti," terang Leo.

Klenteng Dukuh satu di antara klenteng yang memang ramai dikunjungi umat saat perayaan pergantian tahun Imlek. Beberapa pertunjukan khas seperti Barongsay dan Wayang Potehi juga digelar. "Tapi yang pasti perlengkapan sembahyang juga harus disediakan untuk umat, seperti Kimchua," tegas Leo.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah