SS TODAY

Perayaan Imlek, Khofifah: Keberagaman Harus Diikat Pancasila

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 16 Februari 2018 | 16:06 WIB
Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan di acara peresmian Kampoeng Petjinan Soeroboyo "Festival Jajanan", di Marvell City Mall Surabaya, Jumat (16/2/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Perayaaan Tahun baru Imlek 2596, menjadi momen untuk saling mengingatkan bahwa keberagaman harus dijaga. Hal itulah yang dikatakan oleh Khofifah Indar Parawansa calon Gubernur Jatim 2018, saat memberikan sambutan pada acara peresmian Kampoeng Petjinan Soeroboyo "Festival Jajanan", di Marvell City Mall Surabaya, Jumat (16/2/2018).

Khofifah mengatakan makna mencintai Indonesia sebagai negara yang beragam budaya adalah harus bisa saling menjaga persatuan, persaudaraan dan kebersamaan didalam keberagaman.

"Keberagaman itu harus diikat dengan pancasila. Maka dalam suasana seperti ini, nuansa yang harus kita bangun adalah menjaga keberagaman, persatuan dan persaudaraan, dalam rangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata dia.

Khofifah juga mencontohkan mendiang KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang menurutnya sosok yang berpengaruh pada perayaan Imlek. Khofifah mengaatakan moment Imlek selalu mengingatkan dirinya dengan Gus Dur.

"Karena Gus Dur yang mengambil keputusan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur," kata dia.

Selain itu, bagi Khofifah, Gus Dur merupakan sosok yang selalu menghormati seluruh perbedaan dan keberagaman di Indonesia.

Mantan Menteri Sosial itu menambahkan, hubungan dan peran Tionghoa cukup besar di Indonesia. Dengan begitu, lanjut Khofifah, adanya keberagaman akan menjadikan kehidupan di Indonesia tetap terjaga dengan aman dan nyaman.

"Saya berharap, moment Imlek hari ini, bisa menjadi kekuatan bagi kita semua untuk merekatkan tali persaudaraan," pungkasnya. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah