SS TODAY

Gus Ipul & Puti kenang Gus Dur di Imlek

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 16 Februari 2018 | 17:01 WIB
Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno naik angkot ke Hotel Mercure, Selasa (13/2/2018). Foto: Abidin/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno mengenang peran KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) terkait perannya dalam perayaan Tahun Baru China (Imlek).

"Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid telah ditetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur. Kemudian pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Imlek ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional Tahun 2002, dan berlaku mulai tahun 2003 sampai sekarang," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Surabaya.

Imlek ditetapkan Presiden Gus Dur sebagai hari libur melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2001 tertanggal 9 April 2001 sehingga sejak saat itu warga Tionghoa mendapatkan kebebasan kembali untuk merayakan Imlek.

Keberanian Gus Dur, menurut dia, membuatnya semakin dikenal aktif mempromosikan multikultural Indonesia, termasuk menunjukkan jiwa besar para pemimpin bangsa dalam mengayomi keanekaragaman budaya di Tanah Air.

"Maka, kita sebagai generasi penerus merasa bersyukur telah mewarisi itu semua," ucap Gus Ipul, yang juga keponakan Gus Dur dan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baik Gus Ipul maupun Puti Guntur sama-sama berpesan agar Imlek 2018 diperingati dengan kesederhanaan, tapi tanpa mengurangi rasa khidmat atas semua anugerah Tuhan.

"Kesederhanaan itu juga tidak mengurangi rasa syukur dan kegembiraaan atas semua berkah yang telah kita nikmati bersama selama ini," katanya.

Sementara itu, keduanya juga kompak menyampaikan "Selamat Tahun Baru Imlek" atau Tahun Baru China 2569 yang jatuh pada Jumat, 16 Januari 2018.

Mbak Puti, sapaan akrab Puti Guntur Soekarno, juga mengucapkan selamat bagi warga Tionghoa yang biasanya dilakukan dengan berkumpul keluarga dan kerabat, kemudian dirayakan dengan doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa ketika malam Imlek.

Bahkan, mantan anggota DPR RI tersebut menyempatkan berkunjung ke Masjid Cheng Ho di Kota Surabaya dan bertemu dengan komunitas Muslim di sana, sekaligus mengucapkan Selamat Merayakan Imlek.

"Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya, termasuk budaya-budaya yang hidup di Jawa Timur, yang tercermin dari berbagai corak hidup masyarakat. Selamat Tahun Baru Imlek," kata cucu Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden RI periode 1945--1966 Soekarno (Bung Karno) itu.

Pilkada Jatim 2018 untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 diikuti dua pasangan calon, yakni Khofifah bersama Emil Dardak di nomor urut satu dan Gus Ipul-Mbak Puti di nomor urut dua.

Pasangan nomor satu merupakan calon dari koalisi Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Hanura dan NasDem, sedangkan pasangan nomor dua adalah calon dari gabungan PKB, PDI Perjuangan, PKS serta Gerindra.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah