SS TODAY

Pengunjung Vihara Membludak, Penghasilan Pemburu Sedekah Imlek Kian Menurun

Laporan Jose Asmanu | Sabtu, 17 Februari 2018 | 10:33 WIB
Suasana di Vihara Kawasan Petak Sembilan Gelodok, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018). Foto: Jose suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Di balik meriahnya perayaan Tahun Baru Imlek 2569 di Vihara Kawasan Petak Sembilan Gelodok, Jakarta Barat, Jumat (16/2/2018), ternyata ada kesedihan yang tertinggal.

Kesedihan itu mencekam ratusan pencari sedekah di Vihara Dharma Bhakti, yang merupakan vihara terbesar di kawasan Petak Sembilan Glodok.

Pencari sedekah itu bersedih lantaran penghasilan yang diperoleh menurun drastis, dibanding Imlek tahun-tahun sebelumnya. Berbanding terbalik dengan jumlah pengunjung Vihara Dharma Bhakti, yang terus meningkat.

Kartina (53), pencari sedekah Imlek asal Indramayu, mengkalkulasi kalau jumlah pengunjung Vihara bertambah banyak, logikanya bertambah besar pula penghasilan yang diperoleh. Namun faktanya, tidak seperti itu.

Kartina mengakui, tidak pernah melewatkan peluang untuk mencari sedekah Imlek di Vihara Dharma Bhakti. Pada Imlek tahun lalu, dalam sehari penghasilan bersih yang diperoleh, setelah dikurang untuk menyewa tempat atau lapak, dirinya bisa membawa pulang uang sebesar Rp700 ribu.

"Sekarang boro-boro, meskipun jumlah pengunjung lebih banyak, tapi penghasilnya malah menurun, sampai Jumat malam cuma dapat Rp230 ribu," keluhnya.

Menyusutnya penghasilan para pencari sedekah Imlek, juga dikeluhkan pencari sedekah lainnya.

Marbun asal Bogor, menceritakan Imlek tahun lalu sempat membawa pulang uang sekitar Rp500 ribuan. Tapi sekarang, hingga menjelang sore, Marbun hanya mendapatkan Rp200 ribu. "Padahal pengunjungnya lebih banyak," kata dia.

Menurunnya penghadilan pemburu sedekah itu karena jumlah orang yang meminta-minta semakin banyak. Marbun mengatakan diperkirakan jumlah meningkat hingga lima kali lipat dari sebelumnya.

"Tempat yang strategis telah dikuasai pendatang baru. Karena mereka berani bayar ke preman selaku koordinator pengemis dadakan. Siapa yang berani bayar dapat tempat di depan. Sebaliknya kalau tidak mau bayar dapat tempat di barisan belakang, yang tidak terjangkau pengunjung," jelasnya.

Baris pertama sampai ketiga, lanjut Marbun, harus bayar Rp50.000 per orang. Semakin ke belakang, maka akan semakin murah.

Memburu sedakah Imlek di kawasan Petak Sembilan terjadi setiap perayaan Imlek. Rata-rata yang berkunjung ke Vihara pada perayaan Imlek, pasti mengeluarkan sedekah uantuk para pengemisi. Ada yang diberikan secara langsung, ada juga yang melalui kordonator keamananan.

"Kalau melalui koordinator, yang dapat duluan pasti koodinatornya, kemudian keluarga dan kroni-kroninya. Sementara yang lain, dapat sisanya," kata Marbun. (jos/ang)
Editor: Ika Suryani Syarief