SS TODAY

Pemprov Jatim Lakukan Penanganan Darurat Korban Banjir di Pasuruan dan Jombang

Laporan Denza Perdana | Kamis, 22 Februari 2018 | 17:27 WIB
Banjir di Jombang akibat hujan deras di wilayah Kediri yang menyebabkan Sungai Gunting meluap. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov Jawa Timur melakukan pendataan dan penanganan darurat korban banjir di Pasuruan akibat meluapnya Sungai Welang, Kamis (22/2/2018).

Benny Sampirwanto Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jawa Timur mengatakan, Sungai Welang adalah daerah hulu. Sungai itu meluap akibat hujan deras sehingga mengakibatkan banjir.

"Dari data itu. Pemprov bersama Pemkab Pasuruan akan melakukan penanganan darurat," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.

Benny mengatakan, respons cepat ini dilakukan karena banjir di Pasuruan telah mengakibatkan jalan pantura Surabaya-Banyuwangi di Kecamatan Kraton lumpuh total dan harus ditutup sementara.

"Tidak hanya itu, beberapa desa juga ikut tergenang," katanya.

Adapun beberapa desa yang terdampak antara lain Desa Tambakan dan Desa Kalianyar yang ada di Kelurahan Kalirejo, Kec. Bangil, dengan ketinggian air rata-rata 40-120 sentimeter.

Desa lain yang terdampak yakni Desa Kedawung Kulon di Kecamatan Grati dengan ketinggian air 40-80 sentimeter, Desa Sukorejo di Kecamatan Pohjentrek, serta Desa Sidogiri dan Desa Tambak Rejo di Kecamatan Kraton dengan ketinggian air rata-rata 40-100 sentimeter.

Banjir Jombang

Pemprov Jawa Timur juga sedang menangani banjir yang terjadi di Kabupaten Jombang. Langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jatim, yakni melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Jombang dalam hal pendataan dan penanganan darurat bagi warga terdampak banjir.

Banjir di Kabupaten Jombang, kata Benny Sampirwanto Kabiro Humas dan Protokol Pemprov Jatim, akibat hujan deras di wilayah Kediri sehingga debit air di Sungai Gunting terus meningkat dan meluap, menggenangi beberapa desa di 5 kecamatan.

Beberapa desa terdampak yang telah terdata di antaranya Dusun Getakan dan Dusun Pandean di Desa Kauman, Kecamatan Ngoro; Desa Selorejo, Desa Kedawong, Desa Kayen, dan Desa Catak Gayam, di Kecamatan Mojowarno; Desa Mojounggul di Kecamatan Bareng; Desa Kademangan dan Desa betek di Kecamatan Mojoagung; Desa Curahmalang dan Desa Talun Kidul di Kecamatan Sumobito.

Akibat banjir itu, ada 29 pengungsi di Balai Desa Kademangan. Di antaranya ada 5 orang laki-laki dewasa, 14 perempuan dewasa, 8 orang balita, 2 bayi, dan 1 korban sakit.(den/rst)
Editor: Restu Indah