SS TODAY

Ribuan Warga Bojonegoro Mengungsi akibat Banjir Bengawan Solo

Laporan Dwi Yuli Handayani | Sabtu, 24 Februari 2018 | 09:43 WIB
Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Sukosewu, Bojonegoro, Kamis (22/2/2018). Foto: Joe reporter Suara Bojonegoro Indah via redaksi
suarasurabaya.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan sebanyak 1.628 warga di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu dan Kota, mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir luapan Bengawan Solo mulai masuk ke pemukiman.

Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan pengungsi banjir luapan Bengawan Solo, yang ada di gedung serbaguna milik pemerintah kabupaten (pemkab) di Kelurahan Ledokkulon, sebanyak 269 warga.

"Ada 54 warga pengungsi yang menderita sakit gatal-gatal, pegal linu, mual-mual dan masuk angin. Tetapi mereka memperoleh perawatan di pengungsian tidak harus dirujuk ke rumah sakit," kata Andik Sudjarwo Kepala BPBD Bojonegoro seperti dilansir Antara.

Sesuai laporan yang diterima, kata dia, warga terdampak luapan Bengawan Solo, sebanyak 1.249 kepala keluarga (KK) di 60 desa yang tersebar di 11 kecamatan, antara lain, Kecamatan Kalitidu, Kota, Trucuk, Kanor, juga kecamatan lainnya.

"Warga terbanyak yang mengungsi di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu. Warga mengungsi di sejumlah lokasi," ucapnya.

Selain merendam ribuan rumah, banjir banjir luapan air Sungai Bengawan Solo juga menggenangi ribuan hektare lahan pertanian, mulai tanaman padi, palawija, belimbing dan jambu di Kecamatan Kalitidu.

"Taksir kerugian sementara mencapai Rp460.000.000," kata dia menjelaskan.

BPBD, lanjut dia, sudah mengerahkan puluhan personel untuk melakukan penutupan "doorlats" atau pintu lintas rumah penduduk yang dibuat dengan menjebol tanggul agar air Bengawan Solo tidak masuk ke wilayah perkotaan.

Suyoto Bupati Bojonegoro meminta warga di daerah bantaran Bengawan Solo tetap waspada, sebab ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) mencapai 15,06 meter (siaga III-merah), pukul 22.00 WIB.

Sesuai data ketinggian air Bengawan Solo di TBS stabil selama empat jam terakhir, sedangkan ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu, berangsur-angsur surut.

"Warga yang belum terdampak segera melakukan persiapan menghadapi genangan air di dalam rumah," ucap dia menambahkan.

Ia juga meminta warga yang berada di pengungsian tetap tenang, karena tim medis sudah bersiap memberikan pelayanan termasuk bantuan logistik makanan juga sudah dipersiapkan.

"BPBD sudah menyiapkan kebutuhan sembako lebih dari cukup untuk kebutuhan pengungsi," kata MZ. Budi Mulyono Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD menambahkan. (ant/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah