SS TODAY

Tips Menyetir di Jalan Banjir

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:10 WIB
Ilustrasi. Kondisi banjir di Raya Porong, Minggu (18/2/2018) Foto : Henki Listia Adi Humas PPLS
suarasurabaya.net - Musim hujan yang masih terjadi di Tanah Air menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air, bahkan banjir.

Di ibu kota, hujan seringkali satu paket dengan macet sehingga tidak ada pilihan selain melewati jalan tersebut meski tergenang air. Begitu juga di Kota Surabaya dan sekitarnya banjir sering menggenangi jalan penghubung antar kota.

Muhamad Zuhdi Manajer Senior Layanan Teknis dan Garansi PT Honda Prospect Motor, menyarankan pengendara untuk melihat ketinggian genangan air melalui saringan udara.

"Lihat ketinggiannya, aman atau tidak untuk dilewati," kata Zuhdi seperti dilansir Antara, Sabtu (24/2/2018).

Jika melewati batas saringan udara, air berisiko tersedot melalui saringan udara sehingga menyebabkan water hammer dan dapat merusak mobil karena air tidak dapat dikompresi mesin.

Sementara itu, Jonfis Sandy Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor, menyarankan untuk tidak menorobos genangan jika air yang cukup tinggi. Selain berisiko merusak mesin mobil, keamanan pengendara juga terkendala karena tidak mengetahui kondisi jalan, misalnya, berlubang.

Jika harus tetap melewati jalan tersebut, pastikan gas mobil tidak hilang sambil sedikit mengerem.

Lantas, apa yang harua dilakukan setelah mobil terkena banjir?

Menurut Jonfis, tidak ada mobil yang benar-benar tahan banjir. Mobil yang menerobos genangan kemungkinan besar tidak mengalami kendala, jika genangan tidak tinggi.

Tapi, jika mobil sudah terendam air, disarankan untuk tidak menyalakan mobil lagi.

Pengguna disarankan untuk segera membawanya ke bengkel agar risiko kerusakan tidak semakin besar. (ant/bid)