SS TODAY

Perubahan Nama Jalan di Surabaya, Ketua DPRD: Perlu Dibentuk Pansus

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 07 Maret 2018 | 11:57 WIB
Ilustrasi. Grafis: Regina suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ir. H. Armuji, M.H Ketua DPRD Surabaya menanggapi terkait perubahan nama jalan di Surabaya, mengatakan surat perubahan nama jalan sudah masuk DPRD namun belum dibahas secara dalam, mengingat perubahan nama jalan tersebut baru disahkan hari Selasa (6/3/2018).

Selama ini berkaitan pemberian nama baru sebuah jalan harus melalui Pansus (Panitia Khusus) terlebih dahulu, misalkan pemberian nama jalan Soekarno di Surabaya. Tahapannya adalah begitu surat perubahan jalan masuk, DPRD menerima, diserahkan kepada Bamus (Badan Musyawarah), DPRD membentuk Pansus, kemudian Pansus bekerja terkait usulan tersebut. Pansus akan mempertimbangkan dasarnya apa, makna filosofisnya apa, dan dampak kepada masyarakat atas perubahan nama jalan itu apa. Karena perubahan nama jalan akan berdampak pada urusan administratif masyarakat secara langsung.

"Karena semua urusan surat-menyurat akan berubah semua, baik itu KTP, SIM, Paspor dan KSK misalnya. Masyarakat akan merasakan dampak tersebut secara langsung dan harus merubah semua urusan administratif mereka," kata Armuji pada Radio Suara Surabaya , Rabu (7/3/2018).

Terkait perubahan Jalan Dinoyo dan Gunungsari, DPRD Surabaya belum membicarakan secara mendetail. Dibutuhkan pembentukan Pansus terlebih dahulu untuk bisa lebih mendetail membahas akan perubahan nama jalan ini.

Dalam sistem kerjanya nantinya, Pansus akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat di wilayah, menanyakan atau survei langsung ke masyarakat terkait perubahan nama jalan, mereka setuju atau tidak dan juga Pansus akan mengundang ahli sejarah guna mendiskusikan terkait penamaan baru pada Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari. Karena kedua nama jalan tersebut sudah pasti memiliki nilai histori yang cukup lama maka, dibutuhkan para ahli untuk mengkaji dari sisi historisnya.

Armuji menambahkan, jika masyarakat setuju akan perubahan nama jalan baru ini, mereka harus menerima konsekuensi untuk mengubah data administratif mereka yang berkaitan akan perubahan nama jalan baru.
Bercermin dari perubahan nama jalan baru di Surabaya yaitu jalan Patimura, yang dahulunya bernama Suko Manunggal, sampai detik ini pun masih ada masyarakat yang data administratif mereka masih menggunakan nama jalan Suko Manunggal. Semisal ada masyarakat yang tidak setuju maka, DPRD akan membicarakan dan mengkajinya kembali.

"Dibutuhkan waktu 1-2 bulan untuk mengambil keputusan perihal perubahan nama jalan baru ini," ujar Armuji memprediksi proses perubahan nama jalan baru tersebut.

Sekadar diketahui Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara Harmoni Budaya Sunda Jawa yaitu launching Nama Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda, di Hotel Bumi Jalan Basuki Rahmat, Selasa (6/3/2018). Soekarwo Gubernur Jatim mengatakan ada dua nama jalan baru di Surabaya. Rencananya Jalan Prabu Siliwangi menggantikan Jalan Gunungsari, sedangkan Jalan Sunda menggantikan Jalan Dinoyo.(ino/ipg)
Editor: Iping Supingah