SS TODAY

Saksi Mata Kebakaran SPBU: Ledakannya Super Dahsyat, Tangan Saya Melepuh

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 08 Maret 2018 | 12:56 WIB
Petugas melakukan upaya evakuasi satu korban meninggal dunia akibat kebakaran SPBU Berbek Industri, Kamis (8/3/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Satu lagi saksi ledakan di SPBU Berbek Industri yang melaporkan kejadian kebakaran Radio Suara Surabaya, Kamis (8/3/2018).

Sebelum kejadian, Samuel, saksi mata kebakaran awalnya melakukan perjalanan dari Nginden ke Betro Juanda. Karena ingin ke toilet, Samuel akhirnya memutuskan berhenti di kamar mandi SPBU Berbek Industri dan memarkirkan mobil 15-20 meter dari titik ledakan.

Sadar tidak memiliki uang kecil untuk kotak sumbangan toilet, Samuel memutuskan untuk menukarkan uang kecil ke petugas SPBU. Beberapa detik kemudian, ledakan pertama terjadi.

"Sekitar 15 detik setelah saya balik tukar uang, langsung terjadi ledakan super dahsyat," kata Samuel.

Melihat kondisi kaca-kaca toilet pecah karena ledakan, ia beserta keluarga panik dan langsung masuk mobil untuk menghidari kebakaran.

"Saya belum pernah mendengar ledakan sedahsyat itu. Rasanya api ada di atas kepala. Padahal posisi saya berjarak 20-an meter dari tempat kejadian," kata Samuel.

Ia menambahkan, ada 2 mobil antrean sebelum kejadian. Namun saat ledakan terjadi tersisa satu truk L300 bercat putih yang berada di titik kejadian.

"Bukan kebakaran kecil yang lalu membesar, tapi langsung meledak dengan api besar. Apinya seperti disemprot. Begitu saya lari ke arah timur, apinya seperti menjilat mobil kita," tambah Samuel.

Selang beberapa detik dari ledakan pertama, menyusul ledakan kedua yang tidak kalah besar. Berdasarkan keteranganya, dari tiga pompa yang ada di SPBU, pompa yang paling ujung lah menjadi sumber ledakan.

Saksi juga mengaku, ledakan tersebut hampir melahap mobilnya dan membuat tangannya melepuh.

"Dalam hitungan detik mobil saya panas. Tangan saya melepuh habis pegang dashboard mobil," ujarnya.(tna/ipg)
Editor: Iping Supingah