SS TODAY

Moonrise Over Egypt, Film Produksi UKM Dipuji Kemenkop UKM

Laporan Pratino Aditya Tama | Selasa, 20 Maret 2018 | 10:58 WIB
Ilustrasi. Moonrise Over Egypt. foto: youtube/MoonriseOverEgypt
suarasurabaya.net - Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi para pelaku UKM yang memproduksi film-film berkualitas yang mampu menginspirasi anak-anak bangsa untuk terus berkarya bagi negeri.

Agus Muharram Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/3/2018), mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pelaku UKM produsen film terutama mereka yang mengangkat kisah-kisah para pahlawan.

"Bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa para pahlawannya, pelaku film adalah UKM, mari kita mencintai dan memiliki produk Indonesia, sebab mencintai saja tidak cukup tapi beli karcisnya supaya filmnya laku," kata Agus.

Pihaknya menyatakan siap mendukung dunia perfilman Indonesia termasuk mempromosikan film-film berkualitas yang dihasilkan para pelaku UKM tersebut.

Salah satu film yang menurut Agus layak diapresiasi yakni film berjudul Moonrise Over Egypt yang akan diputar serentak pada, (22/3/2018) di bioskop-bioskop seluruh Indonesia.

Sutradara film Pandu Adiputra mengatakan kisah film ini diangkat dari perjuangan tokoh pahlawan nasional Agus Salim memimpin delegasi yang terdiri dari Abdurrachman Baswedan yang diperankan oleh Vikri Rahmat, Satria Mulia sebagai Mohammad Rasidi, Drh Ganda sebagai Nazir Pamuntjak, Mark Sungkar sebagai Perdana Menteri Mesir El Noikrashy Pasha, dan aktor Harry Bond Jr berperan sebagai Dubes Belanda di Mesir.

Film tersebut menceritakan tentang pertemuan Mohammad Rasjidi dan Nazir Sutan Pamuntjak dengan Perdana Menteri Mesir, Mahmud Fahmi El Nokrashy pada April 1947.

Pertemuan diplomatik itu dilakukan guna memperjuangkan pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia secara de jure dari Pemerintahan Mesir.

"Ketegangan terjadi karena delegasi Indonesia harus berhadapan dengan kelicikan Duta Besar Belanda Willem Van Receteran Limpurg yang tak merelakan kemerdekaan Indonesia dan ingin menggagalkan misi diplomatik tersebut," kata Pandu. (ant/ino)
Editor: Restu Indah



LAINNYA