SS TODAY

5 Film Indonesia yang Menggemparkan Festival Film Dunia

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 30 Maret 2018 | 09:39 WIB
Film Senyap atau The Look of Silence berhasil masuk dalam nominasi Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik. Foto: filmsenyap.com
suarasurabaya.net - Untuk memperingati Hari Film Nasional, kawan Suara Surabaya harus mengetahui deretan film Indonesia yang berhasil menggemparkan festival film internasional. Kelima film dibawah ini membuktikan bahwa film Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dengan film asing, bahkan melampaui. Ini terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diberikan berbagai festival film dunia kepada kelima film Indonesia dibawah ini.


1. Pasir Berbisik (2001)


Film Pasir Berbisik diperankan oleh Dian Sastrowardoyo. Foto: llokal.blogspot.com

Film besutan Nan Achnas ini berkisah tentang seorang gadis bernama Daya yang tinggal disebuah perkampungan miskin dekat wilayah pantai bersama ibunya, Berlian. Film ini yang dibintangi oleh aktris Dian Sastrowardoyo dan Christine Hakim mampu menyabet banyak pengahargaan film kelas dunia.

Beberapa penghargaan tersebut antara lain Best Cinematography Award, Best Sound Award dan Jury's Special Award for Most Promising Director di Festival Film Asia Pacific 2001, Festival Film Asiatique Deauville 2002, serta Artis Wanita Terbaik pada Festival Film Antar Bangsa Singapura ke-15 dan Festival Film Asiatique Deauville 2002.

Pasir Berbisik adalah sebutan dari lautan pasir yang terkenal di Bromo. Hamparan luas padang pasir ini selalu menjadi salah satu incaran para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.


2. Rumah Dara (2009)


Film Rumah Dara diperankan oleh Shareefa Daanish yang berhasil mendapat piala Best Actress pada Puchon International Fantastic Film Festival. Foto: muvila.com

Selanjutnya, terdapat sebuah film slasher karya Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel. Film ini berkisah tentang 6 orang sahabat yang terjebak dirumah seorang Ibu bernama Dara. Dibalik wajahnya yang menawan, Dara ternyata adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

Film yang penuh dengan adegan sadis ini berhasil diputar di beberapa festival kelas dunia seperti Puchon International Fantastic Film Festival dan Fantastic Fest di Amerika Serikat.

Film ini juga dirilis diluar negeri seperti Amerika, Jepang, Belanda hingga Swedia. Bahkan Shareefa Daanish yang tampil di film ini sebagai Dara juga berhasil mendapat piala Best Actress pada Puchon International Fantastic Film Festival tahun 2009 untuk perannya kali ini.


3. Pintu Terlarang (2009)


Film besutan Joko Anawar ini meraih penghargaan bergengsi dari majalah film terkemuka di Inggris Sight & Sound sebagai salah satu film terbaik di dunia, Foto: wikipedia.org

Tidak sedikit film karya Joko Anwar berhasil mencuri perhatian dunia. Film yang dibintangi oleh Fachri Albar ini berkisah tentang pematung sukses bernama Gambir yang memiliki rahasia kelam di balik kehidupannya yang sempurna.

Film Pintu Terlarang masuk dalam daftar 100 film terbaik di dunia pada 2009 dan diputar di San Francisco International Asian American Film Festival (SFIAAFF).

Lewat film ini, Joko Anwar berhasil memenangkan penghargaan Film Terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival. Selain itu ia mendapat nominasi untuk Piala Golden Kinnaree di Bangkok.

Pada akhir tahun 2009 juga, film ini juga berhasil meraih penghargaan bergengsi dari majalah film terkemuka di Inggris Sight & Sound sebagai salah satu film terbaik di dunia, bersanding dengan A Prophet, The Hurt Locker, Public Enemies, District 9, dan Duplicity.


4. Modus Anomali (2011)


Film Modus Anomali memenangkan penghargaan Bucheon Award di ajang NAFF (Network of Asian Fantastic Film). Foto: id.wikipedia.org

Film bergenre thriller besutan Joko Anwar ini dibintangi oleh Rio Dewanto. Film ini berkisah tentang seorang laki-laki yang sedang berlibur dengan istri dan kedua anak mereka di sebuah hutan. Saat sedang menikmati liburan, mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang tamu yang tak mereka undang.

Film berbahasa Inggris ini memang ditujukan untuk pasar Internasional. Jejak kesuksesan Modus Anomali di pasar internasional mulai terasa saat konsep film tersebut diperkenalkan dan memenangkan penghargaan Bucheon Award di ajang NAFF (Network of Asian Fantastic Film) tahun 2011.

Modus Anomali berhasil menyisihkan 100 proyek film dari beberapa negara lainnya seperti Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, Hongkong, Malaysia dan Afrika Selatan. Film ini menerima banyak respon positif dan berhasil ditayangkan dibeberapa festival film diluar negeri seperti South By Southwest (SXSW) dan Bucheon Awards di Korea Selatan.


5. Senyap (2014)


Film Senyap berhasil masuk dalam nominasi Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik. Foto: filmsenyap.com

Senyap adalah film lanjutan dari film selanjutnya, Jagal atau The Act of Killing. Film produksi bersama sineas Denmark, Indonesia, Norwegia, Finlandia, dan Inggris ini mengikuti perjalanan Adi Rukun, mendatangi para algojo pembantai orang-orang yang dianggap PKI.

Film Senyap atau The Look of Silence sempat mengguncang Indonesia karena berhasil masuk dalam nominasi Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik. Meski tak berhasil membawa pulang Piala Oscar, sejauh ini Senyap merupakan pencapaian tertinggi sineas Indonesia dalam Academy Awards.

Di luar Piala Oscar, film Senyap juga berhasil melaju dalam sejumlah penghargaan, seperti Berlin International Film Festival, Busan International Film Festival, Spirits Award, dan tak kurang dari 70 penghargaan dunia lain. (tna/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA