SS TODAY

Mendikbud Targetkan Kuasai 50% Pasar Film Nasional Lewat Pengembangan SMK

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 30 Maret 2018 | 10:40 WIB
Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Foto: Antara
suarasurabaya.net - Mendikbud menargetkan adanya diversifikasi industri perfilman dengan meningkatkan pendidikan perfilman di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Ini semua sebagai upaya untuk merebut kembali pasar film nasional Indonesia yang semakin dipenuhi oleh film-film asing.

Seperti yang dikatakan DR. Muhajir Effendi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sekaligus Mantan Rektor UMM kepada Radio Suara Surabaya, Jumat (30/3/2018), bahwa saat ini terdapat 120 program studi perfilman di banyak SMK di Indonesia. Fokus inilah yang akan dijadikan Kemendikbud untuk meningkatkan pembinaan perfilman kepada pelajar.

"Sekolah-sekolah SMK yang program studinya itu memiliki irisan dengan industri perfilman nasional jumlahnya ada 120 program studi di seluruh Indonesia. Sesuai perintah Presiden yaitu revitalisasi SMK, maka sekarang kita lakukan revitalisasi, baru ada 18 SMK yang kita perkuat di jurusan perfilman," jelas Menteri Muhajir Effendi.

Menurutnya, pengembangan di bidang perfilman dilakukan dengan berbagai upaya, mulai dari modernisasi peralatan yang lebih mutakhir sampai meningkatkan kemampuan tenaga pengajar.

Selain itu para pelajar diberikan kesempatan ntuk berlatih langsung di berbagai industri film. Tidak hanya pelajar, para tenaga pendidik juga akan dibina dengan diberikan kesempatan menempuh pendidikan perfilman di laur negeri.

"Kedepannya, harapan kita guru-guru yang di bidang perfilman untuk belajar ke luar negeri seiring dengan dipulihkannya dana LPDP dari Kemenkeu untuk memberikan beasiswa jangka pendek di luar negeri," tambahnya.

Namun disisi lain, pihaknya mengakui bahwa dalam implementasinya, Mendikbud membutuhkan kerjasama banyak pihak dalam meningkatkan kualitas pembinaan perfilman Indonesia, seperti Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) maupun Kementerian Pariwisata.

"Tapi memang dalam implementasinya, kita harus menggandeng Bekraf. Maka dari itu kita dengan merapatkan barisan untuk saling membahu membahu antara Bekraf dan Kemendikbud yang ditopang dengan Kementerian Pariwisata untuk perdagangan juga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perfilman nasional kita,"jelasnya.

Target yang akan dicapai Kemendikbud di bidang perfilman Indonesia di tahun 2019 adalah mampu menguasai 50% pasar industri nasional dengan film karya anak bangsa. Diverensiasi film yang ditargetkan mulai dari film pendek, film pendidikan, film untuk iklan-iklan dan promosi dan seterusnya.

"Kita masih sangat terbatas dan juga ingin pasar dalam negeri kita menjadi milik anak-anak bangsa sendiri karena sekarang kita baru bisa menguasai 36% pasar perfilman, selanjutnya InsyaAllah akan meningkat jadi 50% di tahun 2019," tutup Menteri yang menggantikan Anies Baswedan tersebut. (tna/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA