SS TODAY

Jokowi Presiden Menilai Perkembangan Perfilman Nasional Semakin Baik

Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 31 Maret 2018 | 13:21 WIB
Joko Widodo Presiden RI saat bersama Bayu Skak usai nonton film Yowis Ben di Malang, Kamis (29/3/2018). Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden mengapresiasi perkembangan industri perfilman nasional yang beberapa tahun belakangan menunjukkan tren positif.

Hal itu ditandai dengan makin banyaknya jumlah produk film karya sineas dalam negeri yang masuk gedung bioskop.

Menurut Jokowi, bertambahnya gedung bioskop yang memberi ruang buat film nasional, memacu semangat para sineas tanah air untuk terus menghasilkan karya terbaiknya.

Presiden menegaskan, semakin banyaknya penonton bioskop merupakan indikator kalau perfilman adalah lahan bisnis yang menguntungkan.

Berdasarkan data situs Katalog Film Indonesia (KFI), total jumlah penonton bioskop tahun 2017 mencapai 42,7 juta. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun 2016 yang tercatat sebanyak 37,2 juta penonton.

Data KFI juga menegaskan, jumlah layar bioskop di Indonesia meningkat pesat dalam lima tahun terakhir. Sampai Desember 2017, tercatat sudah ada 263 gedung bioskop dengan total 1.412 layar.

"Film nasional dengan semakin banyaknya ruang bioskop memberikan kesempatan dan peluang film maker Indonesia semakin tumbuh dengan baik. Jumlah penonton juga banyak, itu artinya membuat film itu menguntungkan," ujarnya di Solo, Jumat (30/3/2018).

Di sisi lain, Presiden juga menekankan pentingnya sekolah kejuruan mempersiapkan sumber daya manusia yang punya keahlian di bidang perfilman.

Jokowi pun sudah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dengan begitu, diharapkan beberapa tahun ke depan makin banyak tenaga terampil bidang perfilman yang berperan meningkatkan jumlah produksi serta mutu film nasional. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA