SS TODAY

Gerbong Penumpang KA Sancaka Selamat Karena Tertahan Lokomotif

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 06 April 2018 | 21:36 WIB
Petugas dan warga berusaha mengevakuasi jenazah masinis Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya yang tertabrak truk trailer di perlintasan tanpa palang 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018). Foto: Erni Sulistianto via e100
suarasurabaya.net - Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya tertabrak truk trailer di perlintasan tanpa palang 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018) pukul 18.20 WIB.

AKP Ruqimin Kasatlantas Polsek Ngawi mengatakan, truk trailer yang baru saja menurunkan muatan berupa bantalan kereta double track tersebut menabrak tepat di bagian tengah lokomotif. Lokomotif kereta itu terguling dan gerbong belakangnya anjlok.

Akibatnya masinis dan asisten masinis terjepit. Masinis meninggal dunia dan asisten masinis mengalami luka.

"Posisi lokomotif menahan gerbong lainnya. Seandainya tidak tertahan gerbong masinis atau gerbong lokomotif, mungkin gerbong lain di belakangnya ikut terguling," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Jumat malam.

Truk trailer juga mengenai satu mobil Avanza kosong yang parkir dekat lokasi kecelakaan. Dari foto yang dikirmkan Ryan Ryan ke e100, diketahui mobil Avanza ini bernomor polisi L 1356 BH.

"Kondisi truk trailer cukup parah. Sepertinya sopir dan kernetnya selamat karena sudah kami cari tapi tidak ada di lokasi," kata dia.


Mobil Avanza yang terkena truk di perlintasan tanpa palang 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018). Foto: Ryan Ryan via e100

Seluruh penumpang dari 12 gerbong dievakuasi dengan cara diminta berjalan kaki sejauh 500 meter ke jalan tol yang belum dioperasikan. Lokasi kecelakaan KA Sancaka ini di tengah areal persawahan. Sesampainya di sana, mereka akan diangkut bus dan truk dari Polres Ngawi.

Sebelumnya, David Eko, penumpang KA tersebut melaporkan, kereta ini berangkat dari Jogjakarta sekitar pukul 16.40 WIB. Dari video yang dikirimkan David, terlihat lokomotif kereta itu bernomor CC 2018349.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah