SS TODAY

Kisah Perjuangan Penumpang KA Sancaka yang Kecelakaan di Ngawi

Laporan Pratino Aditya Tama | Jumat, 06 April 2018 | 22:20 WIB
Kondisi pintu keluar dengan tanah yang berjarak 1,5 meter membuat para penumpang susah turun dalam proses evakuasi kecelakaan KA Sancaka di daerah Mantingan atau 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018). Foto: Arifin Deddy via e100
suarasurabaya.net - Agustinus Wawan salah satu penumpang KA Sancaka jurusan Yogyakarta-Surabaya yang mengalami kecelakaan di daerah Mantingan atau 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018) bercerita perjuangannya.

Saat itu dia berada di gerbong eksekutif 4 bersama para penumpang lain. Dia menuturkan, saat terjadi kecelakaan terdengar benturan yang sangat keras sekali dan seketika lampu di gerbong tersebut mati.

Para penumpang sontak langsung panik, Agustinus yang saat itu ingin beristirahat tidur, kaget dan menduga kalau kereta yang ia tumpangi mungkin anjlok. Namun, semua menjadi jelas saat petugas KAI memberitahu mereka kalau KA Sancaka mengalami kecelakaan bertabrakan dengan truk trailer.

"Para penumpang kaget dan sempat panik. Tapi petugas KAI cukup sigap dan menyuruh kami untuk tetap tenang sembari menunggu proses evakuasi," ujar Agustinus saat dikonfirmasi suarasurabaya.net.

Dia menambahkan, saat proses evakuasi sangat membutuhkan perjuangan, karena kondisi gerbong kereta dengan tanah berjarak cukup tinggi 1,5 meter, kondisi lampu mati dan penerangan jalan yang gelap, serta ditambah kondisi saat itu sedang hujan.

Dia bersama penumpang yang lain saling membantu untuk menurunkan para penumpang, yang menjadi prioritas adalah para orang tua yang membawa barang bawaan banyak.

Setelah berhasil keluar dari gerbong, perjuangan tidak cukup berhenti di situ saja. Para penumpang KA Sancaka yang berhasil dievakuasi harus berjalan 500 meter menuju jalan tol baru Ngawi yang belum diresmikan guna proses evakuasi lanjutan.

Dengan kondisi jalan becek, licin dan penerangan yang minim mereka berjalan menuju jalan tol tersebut.

"Kami harus berjalan lumayan jauh ke arah jalan tol, kondisi jalannya licin dan becek. Saat ini kami sudah dievakuasi dan berada di Terminal Gendingan Ngawi," jelas Agustinus menggambarkan posisinya saat ini yang sudah dievakuasi di Terminal Gendingan Ngawi, untuk kemudian dipulangkan menuju Surabaya.

Agustinus juga menambahkan untuk di gerbong eksekutif 4 sendiri hanya terdapat 1 korban luka yang tertimpa televisi saat terjadi benturan dan saat ini korban sudah ditangani. (ino/ipg)
Editor: Iping Supingah