SS TODAY

Kecelakaan KA Sancaka di Ngawi Berdampak Terganggunya Perjalanan KA Lainnya

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 06 April 2018 | 21:52 WIB
Kecelakaan yang melibatkan KA Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya dengan sebuah truk trailer di kawasan Ngawi. Foto: Netter via e100
suarasurabaya.net - Kecelakaan yang melibatkan KA Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya dengan sebuah truk di daerah Ngawi, mengakibatkan perjalanan KA Mutiara Selatan keberangkatan dari Stasiun Gubeng Surabaya menjadi terganggu. Jadwal keberangkatan yang seharusnya pada pukul 19.00 WIB, harus tertunda sekitar 1 jam.

Gatut Sutiyatmoko Manajer Humas Daops 8 Surabaya mengatakan untuk mengatasi perjalanan KA Mutiara Selatan, pihaknya akan melakukan peralihan rute. Yang biasanya melewati jalur selatan, kali ini akan diputar dan melalui jalur utara.

"Secara otomatis kecelakaan itu mengganggu perjalanan kereta api lainnya. Terutama KA Mutiara Selatan, harus ditunda keberangkatannya sekitar 64 menit. Untuk mengatasinya, keberangkatan KA Mutiara Selatan akan kita putar. Biasanya kan lewat selatan. Kali ini, dari Stasiun Gubeng menuju ke Pasar Turi, kemudian lewat jalur utara. Kemungkinan nanti saat di Stasiun Semarang Poncol diteruskan ke Solo, atau langsung ke Cikampek," kata Gatut saat dihubungi suarasurabaya.net, Jumat (6/4/2018).

Selain KA Mutiara Selatan, kereta lainnya yang dialihkan atau memutar ke arah utara, diantaranya KA Gajayana, KA Jayakarta, KA Bima, KA Turangga, KA Sancaka, KA Malabar, KA Matamarja, dan KA Majapahit.

Sementara untuk kereta api yang sudah terlanjur berangkat, kata Gatut, nantinya akan ada pengaturan di Stasiun Madiun. Rencananya, penumpang akan dipindahkan menggunakan bus, dari Stasiun Madiun ke stasiun lainnya. Gatut menambahkan, saat ini di Stasiun Madiun sudah menyiapkan 13 bus, untuk mengangkut para penumpang.

"Nanti ada pengaturan saat tiba di stasiun Madiun. Sudah ada 13 bus yang sudah disiapkan untuk mengoper penumpang. Apakah itu nanti dialihkan dari Stasiun Madiun ke stasiun lainnya, kami belum tahu pasti. Rencana sementara penumpang saat di Madiun, dialihkan ke bus. Lalu, akan diantar ke stasiun berikutnya. Pokoknya menghindari lokasi laka itu. Yang jelas, di sana sudah menyiapkan 13 bus dan kemungkinan bisa bertambah sesuai kebutuhan di sana," tambahnya.

Untuk penumpang yang sudah terlanjur membeli tiket di Stasiun Mojokerto, lanjut dia, akan ada pengembalian tiket 100 persen.

"Kalau sekarang di Stasiun Gubeng sudah tidak ada keberangkatan ke arah barat. Hanya KA Mutiara Malam tujuan Surabaya-Banyuwangi saja," tuturnya.

Gatut mengatakan untuk penumpang KA Sancaka rencananya akan dievakuasi juga menggunakan bus.

"Bus itu nanti akan menjemput penumpang di lokasi, selanjutnya diantar menuju ke Stasiun Madiun, atau bisa juga langsung menuju ke Surabaya. Tapi kemungkinan itu hanya untuk dioper saja. Jadi bus menjemput penumpang, lalu diantar ke Stasiun Madiun. Nanti di sana sudah ada kereta yang siap mengantar ke Surabaya," pungkasnya. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah