SS TODAY

Asisten Masinis Korban Kecelakaan KA Sancaka Kondisinya Koma

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 07 April 2018 | 07:44 WIB
Petugas dan warga berusaha mengevakuasi jenazah masinis dan asisten masinis Kereta Api (KA) Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya yang kecelakaan di perlintasan tanpa palang 10 KM sebelum Stasiun Walikukun, Ngawi, Jumat (6/4/2018). Foto: Erni Sulistianto via e100
suarasurabaya.net - Kecelakaan KA Sancaka yang menabrak truk trailer, Jumat malam (6/4/2019), mengakibatkan Mustofa masinis meninggal dunia dan Hendra Wahyudi asisten masinis terbaring koma.

AKBP Pranatal Hutajulu Kapolres Ngawi, kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (7/4/2018) mengatakan korban meninggal sudah dibawa ke RSU Ngawi. Sedangkan Hendra asisten masinis masih dalam keadaan koma di RSU Madiun.

"Korban asisten masinis dalam keadaan koma, kita larikan ke Puskesmas Widodoren lalu ke RS At-Tin, dari sana dirujuk ke RSU Madiun," ujar Pranatal.

Ia menambahkan, bahwa proses evakuasi yang dilakukan sempat mengalami kesulitan karena lokasi kejadian jauh dari jalan raya. Di sisi lain, posisi masinis saat dievakuasi terjepit lokomotif kereta.

"Kesulitannya karena lokasi jauh dari jalan raya, susah, kalau evakuasi masinis selesai sekitar jam 1 malam, posisinya (masinis, red) terjepit dari lokomotif jadi untuk membukanya harus digerinda," paparnya.

Ditambahkan Pranatal untuk seorang pekerja proyek double track yang Jumat malam diinformasikan ikut menjadi korban jiwa dalam kecelakaan kereta ini, ternyata tidak ada.

"Maaf saat di lapangan ketika terjadi peristiwa, info masih terbatas. Sementara kita juga harus konsentrasi menolong korban, sehingga sempat keliru menginformasikan, karena datanya masih simpang siur," ujarnya.

Untuk sementara, kata Pranatal, evakuasi hari ini akan difokuskan untuk memindahkan gerbong dan kepala lokomotif yang anjlok untuk upaya pemulihan jalur rel agar bisa dilakukan perjalanan kereta api reguler.(tna/ipg)
Editor: Iping Supingah