SS TODAY

Tema Debat Publik Pertama Pilgub Jatim 2018: Kesejahteraan Rakyat

Laporan Denza Perdana | Senin, 09 April 2018 | 17:30 WIB
Media Gathering KPU Jatim sebelum pelaksanaan Debat Publik Pilgub Jatim 2018, di Kantor KPU Jatim, Senin (9/4/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Hasil koordinasi KPU Provinsi Jawa Timur dengan panelis dan tim perumus Debat Publik pertama Pilgub Jawa Timur 2018 di Dyandra Convention Center Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, besok, Selasa (10/4/2018), tema yang dipilih "Kesejahteraan Rakyat".

Sebagaimana diketahui ada dua pasangan calon di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 ini. Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Kedua pasangan, dalam Debat Publik pertama itu, harus menjawab tujuh pertanyaan soal kebijakan apa yang akan diambil berkaitan tujuh bidang yang ditentukan.

Tujuh bidang itu yakni Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Keagamaan, Sosial Budaya, Sosial Kemasyarakatan, dan bidang Ideologi, HAM, Kebangsaan, Kepemudaan dan Keperempuan.

"Besok kami hadirkan empat panelis. Tiga panelis dari akademisi dan satu panelis dari kalangan aktivis," kata Gogot Cahyo Baskoro Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Jatim, Senin (9/4/2018).

KPU Provinsi Jatim hari ini menggelar Media Gathering berkaitan dengan Debat Publik yang juga menghadirkan Alfito Deannova Gintings selaku moderator Debat Publik Pilgub Jatim pertama, besok.

Di acara itu, Gogot menjelaskan, akan ada enam segmen dalam Debat Publik terbuka itu. Gogot juga memastikan, akan ada yang berbeda dibandingkan dengan debat publik pada pemilu-pemilu sebelumnya.

"Pada debat publik kali ini, kami akan memberikan kesempatan untuk kedua calon wakil gubernur saling mengajukan dan menjawab pertanyaan," ujarnya.

Gogot mengatakan, dia sudah mengimbau masing-masing tim pemenangan pasangan calon agar memaksimalkan persiapan agar tujuan debat publik ini tercapai.

Sebab menurutnya, debat publik pertama, kedua, maupun ketiga itu bertujuan untuk memberikan tambahan referensi bagi masyarakat Jawa Timur tentang pasangan calon yang akan mereka pilih.

"Kami berharap persiapannya sangat maksimal, jadi masyarakat bisa menjadikan debat publik ini sebagai tambahan referensi untuk memilih pasangan calon berdasarkan kemapuan dan kapasitas masing-masing," ujarnya.

KPU Jatim membatasi pendukung masing-masing pasangan calon yang bisa mengikuti debat publik pertama besok, yakni hanya 150 orang pendukung dan tim pemenangan.

"Saat debat publik nangi, kami tidak akan menyiapkan layar lebar atau TV plasma di Gedung Dyandra, karena ini berpotensi menimbulkan pengerahan massa dalam jumlah besar," katanya.

Gogot juga mengimbau masyarakat Jawa Timur, simpatisan, dan pendukung masing-masing pasangan calon agar tidak perlu datang ke lokasi debat karena sudah ditayangkan secara live di beberapa stasiun televisi nasional dan lokal.

"Jika ingin menyaksikan debat, silakan menonton di televisi masing-masing karena ini disiarkan secara langsung di CNN, Inews, JTV, dan Kompas TV," katanya.

Gogot menjelaskan, total undangan dalam Debat Publik pertama Pilgub Jatim 2018 itu sebanyak 700 orang. 150 orang dari masing-masing paslon, sedangkan sisanya adalah undangan dari KPU Jatim melibatkan 38 KPU di Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA