SS TODAY

Moderator Debat Publik Pertama Pilgub Jatim: Prinsipnya Netralitas dan Disiplin

Laporan Denza Perdana | Selasa, 10 April 2018 | 14:13 WIB
Panggung Debat Publik pertama Pilgub Jatim 2018 di Dyandra Convention Center, Surabaya. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Alfito Deannova, Presenter Berita dan Jurnalis stasiun televisi nasional, akan menjadi Moderator Debat Publik pertama di masa kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Alfito mengatakan, tugas seorang moderator Debat Publik sebenarnya tidak terlalu susah. Karena pertanyaan sudah disiapkan oleh panelis dan jawabannya sudah dipersiapkan oleh pasangan calon masing-masing.

Hanya saja, ada beberapa prinsip yang harus benar-benar dia jaga pada saat Debat Publik berlangsung. Prinsip pertama adalah menjaga netralitas dan yang kedua adalah disiplin.

"Itu aja sih. Karena tugas moderator Debat Publik hanya menjaga traffic. Pertanyaan dan jawaban sudah disiapkan, sebisa mungkin moderator menjaga durasi supaya adil. Tidak lebih dan tidak kurang," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Selasa (10/4/2018).

Untuk menjaga netralitas, Alfito mengaku sebisa mungkin dia akan menjaga gestur tubuh saat menjadi moderator, juga menahan celetukan-celetukan yang tidak perlu yang mungkin malah mengesankan ketidaknetralan.

"Yang paling menjadi perhatian adalah bagaimana menjaga penonton. Karena di beberapa tempat lain, penonton Debat Publik ini menjadi isu tertentu. Mudah-mudahan di Jawa Timur lebih kondusif," katanya.

Alfito mengatakan, apa yang akan dia lakukan untuk menjaga kondusifitas para penonton pada pelaksanaan Debat Publik di Dyandra Convention Center nanti malam, adalah hal yang biasa-biasa saja.

Sebisa mungkin dia akan menjaga agar penonton berekspresi di ruang yang telah disediakan untuk berekspresi. Misalnya, para penonton tidak bertepuk tangan atau mengeluarkan celetukan-celetukan saat ada interaksi antara pasangan calon.

"Jangan sampai ada tepuk tangan atau celetukan saat kandidat menyampaikan pendapat. Biasa saja, sih," ujarnya.

Alfito mengatakan, sempat ada wacana dan pertanyaan, apa boleh penonton membaw bawa alat peraga? Dia berpendapat, penonton (pendukung pasangan calon) Debat Publik tidak perlu membawa alat peraga.

"Saya menyarankan agar tidak. Lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Sesuai pengalaman, sekecil-kecilnya alat peraga itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak kita inginkan dan membuka ruang untuk provokasi, debat yang tidak sportif, dan sebagainya," katanya.

Apa yang dia khawatirkan dalam Debat Publik Pilkada dengan dua pasangan adalah polarisasi yang sangat ekstrem. Kepentingan kedua pasangan calon dalam Debat Publik itu akan terlihat sangat jelas.

"Dua pasangan calon itu polarisasinya, kan, sangat ekstrem ya, kiri dan kanan. Tapi pada prinsipnya itu tadi, moderator hanya menjadi bertugas menjaga traffic," katanya.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA