SS TODAY

Survei SSC: Gus Ipul dan Khofifah Mentok, Pilgub Jatim Pertarungan Cawagub

Laporan Denza Perdana | Jumat, 27 April 2018 | 21:45 WIB
suarasurabaya.net - Surabaya Survey Center (SSC) kembali melakukan survei tentang Pilgub Jatim 2018. Lembaga survei ini menyimpulkan, pertarungan Pilgub Jatim 2018 akan sengit dua bulan ke depan menjelang pemungutan suara.

SSC telah melakukan survei terhadap 1.220 responden dengan teknik rambang berjenjang (stratified multistage random sampling) sejak 11-19 April 2018, di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Salah satu hasilnya, popularitas dan akseptabilitas pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak lebih unggul dibandingkan Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Popularitas Khofifah (96,9 persen) lebih unggul 2,1 persen dari Gus Ipul (94,8 persen). Demikian halnya akseptabilitas Khofifah (84,4 persen) lebih unggul 3,3 persen dari Gus Ipul (81,1 persen).

Mochtar W. Oetomo Direktur SSC mengatakan, popularitas dan akseptabilitas Khofifah dan Gus Ipul, sebagai calon yang sudah mengikuti tiga kali Pilgub sudah mentok.

"Hanya di Jawa Timur yang popularitas calonnya lebih dari 90 persen. Artinya, Khofifah dan Gus Ipul ini sudah mentok. Dua-duanya sudah sangat familier di masyarakat Jawa Timur," katanya dalam konferensi pers hasil survei di salah satu hotel di Jemursari, Jumat (27/4/2018).

Karena itulah dia menyebutkan, Pilgub Jatim 2018 kali ini adalah pertarungan Calon Wakil Gubernur. Emil Elistianto Dardak sebagai pendamping Khofifah dan Puti Guntur Soekarno sebagai pendamping Gus Ipul.


(Hasil survei SSC tentang persepsi publik mengenai kompetensi paslon. Tabel: SSC)

Dari hasil survei SSC kali ini, Emil Elistianto Dardak lebih unggul dibandingkan Puti Guntur Soekarno dalam hal popularitas maupun akseptabilitas.

Popularitas Emil (68,2 persen) lebih unggul 11,9 persen dibandingkan dengan Puti Guntur (56,3 persen). Sementara, akseptabilitas Emil (58,2 persen) lebih unggul 14,7 persen dari Puti Guntur (43,5 persen).

"Karena secara teoritis, popularitas calon gubernurnya sudah mentok. Jadi sekarang bergantung pada wakilnya. Wakil siapa yang bisa menyumbangkan suara lebih besar, maka pasangan itulah yang berkesempatan lebih untuk menang," ujarnya.

Popularitas dan akseptabilitas kedua pasangan calon ini, kata Mochtar, adalah hasil dari persepsi publik yang terbentuk selama masa kampanye dan berlangsungnya debat publik pertama.

Ada dua hal yang membentuk persepsi publik ini menurut SSC, yakni kompetensi dan karakter pasangan calon yang terdiri dari beberapa kriteria.

Khofifah-Emil, berdasarkan hasil survei persepsi publik dalam hal kompetensi unggul dalam pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, serta pengendalian harga barang.

Sedangkan Gus Ipul-Puti unggul dalam bidang pembangunan infrastruktur, pengembangan pesantren dan madin (madrasah diniyyah), serta bidang KKN dan birokrasi.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA