SS TODAY

Kapolda Jatim: Ledakan di Surabaya Mungkin Imbas Kerusuhan Mako Brimob

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 13 Mei 2018 | 10:23 WIB
Ledakan yang terjadi di Jalan Arjuno. Foto: Stefani via e100
suarasurabaya.net - Irjen Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur menduga ledakan di tiga gereja di Surabaya merupakan imbas dari kerusuhan di Mako Brimob Jakarta. Sebab, tidak pernah ada tanda-tanda ancaman apa pun di Jawa Timur.

"Kemungkinan imbas kejadian di Jakarta. Sudah viral, imbauan pimpinannya untuk berjihad. Setelah kejadian di Mako Brimob juga masih ada teroris yang ditangkap, juga ada satu polisi yang menjadi korban jiwa," ujarnya saat berada di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

Dia menjelaskan, pelaku ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Jalan Ngagel Madya diduga melakukan aksinya dengan mengendarai sepeda motor. Sementara di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna menggunakan mobil.


Irjen Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur bersama Soekarwo Gubernur Jawa Timur di salah satu lokasi ledakan, di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi. Foto: Anggi suarasurabaya.net

Kapolda memastikan, ada delapan korban jiwa dan 38 korban luka-luka dalam kejadian pagi ini. Kapolda juga menyampaikan turut berduka atas kejadian ini.

"Warga Jawa Timur, dan khususnya warga Surabaya berduka," ujarnya.

Ledakan terjadi pada pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Jalan Ngagel Madya, pukul 08.00 WIB di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, dan juga di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna.

Sampai pukul 10.30 WIB, polisi masih berupaya mengamankan tiga lokasi ledakan.(ang/iss)


LAINNYA