SS TODAY

Unair dan ITS Menyesalkan Aksi Teror di Tiga Gereja

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 13 Mei 2018 | 16:09 WIB
Kondisi Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Jalan Arjuna Surabaya, pascaledakan, Minggu (13/5/2018) pagi. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair) menyesalkan dan mengutuk keras aksi teror di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Dalam siaran persnya, Prof. Mohammad Nasih Rektor Unair dan Prof Joni Hermana Rektor ITS menyatakan sikap kedua lembaga pendidikan tersebut terhadap peristiwa ledakan Minggu pagi tadi.

Berikut pernyataan seluruh pimpinan dan civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS):

1. Sebagai bagian dari masyarakat akademik, ITS menyesalkan dan mengutuk keras segala bentuk tindakan teror, apapun motifnya karena hal itu bertentangan dengan ajaran agama manapun.
2. Solidaritas civitas akademika ITS bersama para korban dan keluarganya semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan.
3. Mari kita bersama-sama mendukung penuh segala upaya aparat keamanan dalam mengusut secara cepat dan mengambil tindakan pencegahan dengan tidak menyebarkan foto maupun gambar apapun yang berkaitan dengan korban karena hal itu akan menjadi bentuk kampanye dari upaya-upaya tindakan para teroris tersebut.
4. Kemerdekaan bangsa telah dibangun oleh perjuangan kepahlawanan Arek-arek Suroboyo, sehingga kita semua dapat mencicipi indahnya menjadi bangsa merdeka. Jangan biarkan kita diciderai dan dijajah kembali oleh kepentingan kelompok tertentu yang ingin memecah-belah bangsa. Mari kita galang solidaritas seluruh masyarakat Surabaya bahwa kita tidak takut terorisme. #LawanTerorisme.

Sedangkan, berikut pernyataan seluruh pimpinan dan civitas akademika Universitas Airlangga (Unair):

1. Mengutuk keras pelaku dan aktor intelektual aksi teror pengeboman gereja di Surabaya yang merupakan tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan, anti Pancasila dan anti Agama (Islam).
2. Mengutuk keras serta tidak dapat membenarkan penggunaan atribut serta term agama dalam aksi teror. Tidak ada satu pun agama membenarkan aksi teror.
3. Bersatu padu, tidak terpecah belah, serta bergotong royong melawan dan mencegah terorisme serta mendukung penuh upaya aparat untuk memberantas terorisme hingga ke akar dan penyebabnya.
4. Warga kampus Unair bersatu melawan terorisme, radikalisme dan segala tindakan dan aksi anti Agama dan anti kemanusiaan.(iss)


LAINNYA