SS TODAY

Korban Ledakan Bom di Surabaya Masih Kritis

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 13 Mei 2018 | 19:33 WIB
PMI Kota Surabaya merespon kejadian bom meledak di 2 gereja antara lain Gereja Santa Clara jl. Ngagel Jaya Utara dan Gereja GPPS Jl. Arjuno. Foto; Instagram @pmikotasurabaya
suarasurabaya.net - Beberapa korban ledakan bom Surabaya yang saat ini dirawat di RSUD Dr.Soetomo dan RS Bedah Surabaya, Minggu (13/5/2018), masih dalam keadaan kritis.

Hal itu disampaikan oleh dr. Urip Murtedjo SPB, Kepala IRD dan Ketua Forum Pers RSUD Dr.Soetomo kepada Radio Suara Surabaya, bahwa keempat pasien setelah dilakukan operasi tadi pagi, masih belum sadarkan diri.

"Keempat pasien kondisinya mengkhawatirkan," kata dr. Urip

Ia juga menambahkan bahwa korban ledakan sulit menghindari trauma dada dan pendarahan. Ditmabah lagi luka bakar yang butuh penanganan recovery atau operasi bedah plastik.

"Ledakan itu selalu blood injury, selalu ada luka bakarnya, selalu ada trauma di daerah dada dan perut. Yang satu lagi kita operasi perutnya jadi tidak ada masala. Justru di dadanya ada pendarahnya. Keempat-empatnya masih dalam kondisi belum disadarkan," jelasnya.

Disisi lain, Putri Ayu Humas dan Marketing RS Bedah Surabaya mengkonfirmasi, jika sebelumnya korban atas nama Bu Weny dan Nathan (8) dikabarkan meninggal, namun pihaknya menegaskan bahwa mereka masih dirawat di RS Bedah Surabaya.

"Kedua korban kami atas nama Ibu Weny dan adek Nathan 8 tahun, dua-duanya masih berada dalam perawatan kami, alhamdulillah masih ada di rumah sakit kami saat ini," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keduanya sempat dioperasi setelah dibawa di rumah sakit. Nathan sendiri saat ini masih berada di ICU. Sedangkan kakaknya, Evan (11) meninggal saat perjalanan di rumah sakit. (tna/iss)


LAINNYA