SS TODAY

Kapolri: Revisi UU Terorisme Jangan Terlalu Lama

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 13 Mei 2018 | 21:23 WIB
Tito Karnavian Kapolri saat memberikan keterangan pers di Polda Jatim, Minggu (13/5/2018) sore. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tito Karnavian Kapolri meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) jangan terlalu lama merevisi UU Terorisme.

"Revisi jangan terlalu lama, sudah satu tahun lebih. Kita baru bisa bertindak setelah mereka melakukan aksi atau ada barang buktinya. Kita ingin bisa bergerak dengan putusan pengadilan tentang organisasi teroris, lebih mudah. Kalau terlalu lama kita minta presiden mengeluarkan Perpu," kata Kapolri saat memberikan keterangan pers di Polda Jatim, Minggu (13/5/2018) sore.

Menurut Kapolri, negara memerlukan power yang lebih. Selama ini polisi hanya bisa menginterogasi tersangka teroris paling lama tujuh hari, lalu kita lepas, setelah itu mereka menghindar.

Polisi telah mendapatkan buku manual kelompok teroris. Dalam buku itu, tercantum bagaimana bagaimana berkomunikasi tanpa terdeteksi polisi sampai cara meng-cover interogasi.

"Kita akan menangkap sel-sel teroris. Kelompok ini kecil. Tidak mungkin bisa mengalahkan negara jika semua pihak bersatu padu dan Undang-Undang Terorisme telah selesai," katanya.(din/iss)


LAINNYA