SS TODAY

Walikota Surabaya Ajak Warga Lakukan Deteksi Dini

Laporan Agustina Suminar | Senin, 14 Mei 2018 | 08:33 WIB
Tri Rismaharini Walikota Surabaya (kanan) saat memantau Gereja GPPS di Jalan Arjuna, Minggu (13/5/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan peka, terhadap hal-hal yang aneh ditemui meskipun itu sepele.

Hal ini disampaikan Risma kepada Radio Suara Surabaya, Senin (14//5/2018), bahwa ia akan menyebarkan surat edaran ke RT dan RW, agar lebih peka terhadap aktivitas warganya.

"Saya akan membuat edaran, meskipun ini sudah diingatkan berkali-kali untuk mewaspadai sekitar kita, di sekeliling kita, yang mungkin itu sepele, cuma ucapan," ujar Risma Walikota.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya baru mendapat informasi, bahwa ada perilaku aneh yang ada pada anak-anak pelaku bom bunuh diri yang terjadi Minggu kemarin, (13/5/2018).

"Saya tidak tahu bahwa anak ini, yang kemudian melakukan bom bunuh diri bersama orang tuanya, bahwa cita-citanya adalah mati syahid," ujarnya.

Menurutnya, hal ini merupakan keanehan awal terhadap anak-anak seumurannya. Apalagi, lanjut Risma, ia juga mendapatkan informasi bahwa anak pelaku pemboman tidak pernah mau mengikuti upacara dan pelajaran Pancasila.

"Mohon maaf saya menyampaikan, anak ini tidak pernah mau diikuti pelajaran Pancasila PPKN. Makanya, kita harus peka bahwa hal ini adalah informasi awal kita untuk mendeteksi lebih awal," tambahnya.

Sehingga, Risma ingin menyerukan kepada warga Surabaya untuk lebih peduli, dimulai dari tetangga kanan dan kiri.

Terlebih jika adanya kegiatan yang mengundang warga dari luar tanpa menyertakan warga disekitar tanpa ada laporan, maka warga wajib memantau lebih seksama.

Menurut Risma, hal-hal seperti itu meskipun sepele, namun perlu kerjasama warga terutama dari kegiatan yang paling dekat dengan mereka.

"Jadi memantau, kita lakukan deteksi dini, Jadi kita sama-sama peka, meskipun harusnya sepele, tapi sebenarnya ini besar sekali. Gurunya juga harus peka, mari kita sama-sama peka terhadap informasi yang dirasa aneh demi Surabaya," kata Risma. (tna/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA