SS TODAY

Risma Datangi dan Beri Santunan Keluarga Korban Ledakan Bom GPPS

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 19 Mei 2018 | 12:04 WIB
Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mendatangi rumah duka Giri Catur Sungkowo, di Jalan Pulosari III. M/No. 3 Rt. 03 Rw. 07 Pulosari Kel. Gunungsari Kec. Dukuh Pakis Surabaya, Sabtu pagi (19/5/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mendatangi rumah duka Giri Catur Sungkowo, di Jalan Pulosari III. M/No. 3 Rt. 03 Rw. 07 Pulosari Kel. Gunungsari Kec. Dukuh Pakis Surabaya, Sabtu pagi (19/5/2018).

Diketahui, Giri merupakan salah satu korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), yang meninggal dunia, pada Jumat malam (18/5/2018), sekitar pukul 20.30 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kedatangan Risma di rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa dan memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Terlebih, Risma sangat prihatin dengan keadaan keluarga Giri, terutama dengan istri korban yang menangis dan masih shock atas kepergian suaminya.

Melihat kondisi seperti itu, Risma akan meminta bantuan psikolog untuk melakukan pendampingan pada pihak keluarga korban.

"Ibu tadi menyampaikan kepada keluarga untuk tetap kuat. Dia juga meminta bantuan psikolog untuk mendampingi istri korban, yang nangis karena masih shock tadi," kata Muhammad Fikser Kabag Humas Pemkot Surabaya, saat dikonfirmasi, Sabtu (19/5/2018).

Fikser juga mengatakan bahwa semua biaya pengobatan hingga proses pemakaman akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Selain itu, anak dari mendiang Giri juga akan diberikan pekerjaan di lingkungan Pemkot Surabaya.

"Ibu memberikan santunan dan akan mengurus biaya pemakamannya. Selain itu, anaknya juga akan diambil oleh ibu, untuk diperkerjakan di Pemkot," kata dia.

Rencananya, jenazah Giri, akan dimakamkan di TPU Gunungsari, pada pukul 09.00 WIB.

Sekadar diketahui, dr. Urip Murtedjo Kepala IRD RSUD Soetomo mengatakan, Giri meninggal dunia akibat luka bakar sebesar 90 persen di sekujur tubuhnya. Ditambah trauma inhalasi karena menghirup asap yang mengakibatkan sesak. (ang/tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA