SS TODAY

Polisi Jelaskan Kenapa Identifikasi Bayu Rendra Lama

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 22 Mei 2018 | 12:21 WIB
Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim menyerahkan surat kematian pada keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardhana salah satu korban ledakan bom di gereja Surabaya. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim mengatakan proses identifikasi terhadap jenazah ledakan bom, salah satunya Aloysius Bayu Rendra Wardhana, memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan sulit. Mengingat, ciri-ciri korban juga sudah tidak bisa dikenali lagi.

Sehingga satu-satunya cara untuk mengidentifikasi, polisi melakukan tes DNA. Di mana dalam hal ini, petugas kepolisian sangat membutuhkan data sekunder yang akan dicocokkan dengan pihak keluarga.

"Sudah final proses pemeriksaannya. Memang kami butuh waktu akan hal itu, mengingat ciri-ciri korban yang sudah tidak dikenali lagi. Kami harus memastikan, satu-satunya ya dengan tes DNA, yang memang butuh waktu. Sehingga penyerahan jenazah baru bisa dilakukan pagi ini," jelas Machfud saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (22/5/2018).

Sementara untuk tiga jenazah terduga teroris yang belum dimakamkan, kata Machfud, sampai saat ini pihaknya masih melakukan identifikasi. Kemungkinan, proses identifikasi itu akan selesai pada hari ini.

Setelah proses identifikasi itu selesai, lanjut dia, pihaknya akan segera memakamkan ketiga jenazah tersebut, sama seperti jenazah terduga teroris lainnya yang sudah dimakamkan.

"Harapan saya ketiga lainnya ini (jenazah terduga teroris) mungkin besok sudah bisa diserahkan. Kalau hari ini tes DNA nya sudah selesai. Tadi saya sudah konfirmasi dengan Kabid Dokkes dan Karumkit, kalau hari ini sudah bisa selesai. Ya kalau sudah, akan kami segera makamkan seperti jenazah lainnya, karena dari pihak keluarga sendiri juga tidak ada yang mau mengakuinya," jelasnya.

Terkait penangkapan teroris di sejumlah wilayah di Jatim, kata Machfud, pihaknya tidak berkomentar banyak. Dia hanya menegaskan bahwa telah menyerahkan sepenuhnya kepada Densus 88, untuk segera menangani dan menyelesaikan kasus teror ini.

"Kalau penangkapan biar Densus yang melaksanakan. Kami sudah bergabung, semua komponen sudah bergabung, dari Polda, Densus, dan lainnya. Kami minta waktu dan doanya untuk menyelesaikan semua ini," kata dia. (ang/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA