SS TODAY

Markas Polisi Sekarang Jadi Target, Polri: Kami Tidak Takut

Laporan Agustina Suminar | Rabu, 16 Mei 2018 | 13:16 WIB
Tim Densus 88 Antiteror menggeledah rumah Tri Murtiono Terduga Teroris pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya di Medokan Ayu, Rungkut, Selasa (15/5/2018). Polisi menemukan 54 bom pipa berdaya ledak besar.Foto: Denza Perdana/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dimulai dari kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat; lalu Polrestabes Surabaya dan hari ini Mapolda Riau, menunjukkan bahwa saat ini pihak kepolisian menjadi target serangan teroris. Menanggapi hal ini, polisi menyatakan bahwa pihaknya tidak akan takut menghadapi serangan teroris.

Hal itu disampaikan oleh Brigjen Pol M. Iqbal Karopenmas Divhumas Polri kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (16/5/2018), menyatakan teror berkepanjangan yang menyerang pihak kepolisian tidak akan membuat pihaknya mundur dan gentar.

"Karena diduga mereka melakukan serangan kepada simbol-simbol Polri, kami tidak akan gentar dan takut, dan tetap melakukan upaya pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat, apapun risikonya," kata Kombes Pol M. Iqbal.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihak polisi saat ini sedang melakukan upaya recovery dan sterilisasi di beberapa lokasi yang rentan dijadikan target sasaran. Tidak hanya di Surabaya dan Riau, seluruh Polri di Indonesia juga meningkatkan kewaspadaan pasca kasus ledakan di Surabaya dan teror di Riau.

"Saat ini kita sedang melakukan upaya-upaya recovery dan sterilisasi dan juga melakukan penyelidikan untuk melakukan represif untuk preventif dugaan pelaku lain, dan personel Kepolisian seluruh Indonesia jelas meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya.

Hingga saat ini, polisi belum memastikan asal-usul pelaku yang melakukan penyerangan di Mapolda Riau. Serta pihaknya juga belum menyelidiki lebih lanjut motif penyerangan kali ini.

"Kami belum bisa menyampaikan detailnya dari kelompok mana, tim masih mengupayakan penyelidikan-penyelidikan tentang motif itu, karena motif mereka bisa saja ganti-ganti," jelasnya.

Hingga saat ini, penyerangan yang terjadi di Mapolda Riau mengakibatkan dua polisi terlukan karena luka bacok dan tabrak mobil. Sedangkan satu wartawan dari TV One dilaporkan mengalami luka-luka.

Disisi lain, dari empat dari lima pelaku tewas ditembak mati pertugas karena berusaha menyerang. Sedangkan satu orang yang sempat melarikan diri berhasil ditangkap petugas. (tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA