SS TODAY

Satu Jenazah Korban Ledakan Belum Diserahkan, Masih Butuh Tes DNA Keluarga

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 17 Mei 2018 | 12:31 WIB
Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dari 13 jenazah korban ledakan bom di tiga Gereja Surabaya, satu jenazah belum diserahkan kepada keluarganya. Sementara 12 lainnya telah diserahkan kepada keluarga.

Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim mengatakan, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang, dan 12 jenazah telah teridentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarganya.

"Mudah-mudahan, siang ini sudah selesai tes DNA-nya, kita yakinkan yang bersangkutan adalah saudara Bayu," terang Kapolda, Kamis (17/5/2018).

Bayu adalah salah satu anggota pengamanan internal Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl. Ngagel, Surabaya. Bayu diduga merupakan orang yang menghalangi kedua terduga teroris, hingga saat mencoba masuk dan melakukan bom bunuh diri.

"Namun mohon maaf, ini barangnya (bagian tubuh, red) tidak utuh semuanya, mungkin hanya serpihan serpihan, ini anggota satpam yang di Ngagel," tambah Kapolda.

Aksi bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl. Ngagel, Surabaya, dilakukan oleh dua orang yang merupakan Dita Oeprianto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Jl Arjuno.

Dua anak tersebut masing masing berinisial YF (18) dan FH (16). Dua orang ini membawa bom dengan dipangku dalam satu sepeda motor, dan mencoba masuk di halaman Gereja pada Minggu pagi (13/5/2018) dan meledak. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA