SS TODAY

Pengusaha Mall Merasakan Dampak Teror Bom di Surabaya

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 18 Mei 2018 | 15:50 WIB
Sutandi Purnomosidi Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Timur. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sutandi Purnomosidi Direktur Marketing Pakuwon Group mengatakan, aksi bom bunuh diri di Surabaya memberikan dampak signifikan kunjungan masyarakat di seluruh mall di Surabaya.

"Kami mencatat, hari Senin sampai Selasa hanya 20 persen dari kunjungan normal. Kami juga memperketat penjagaan di semua pintu mall dan menerapkan pengetatan untuk pengunjung," ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Sutandi sebagai Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Timur juta telah memberi imbauan kepadan seluruh anggota mall agar meningkatkan penjagaan. Pengetatan penjagaan mulai pemeriksaan mobil pengunjung satu persatu, motor pengunjung hingga jaket dan tas yang dikenakan pengunjung.

"Semua ini untuk keselamatan bersama," ujarnya.

Sutandi mengatakan, mulai hari Kamis kemarin, kunjungan masyarakat ke mall mulai pulih. Menurutnya kunjungannya 80 persen dari biasanya. Sutandi berharap, mulai Sabtu besok hingga lebaran kunjungan masyarakat ke mall kembali meningkat.

"Kamis kemarin kembali 80 persen dari biasanya. Kami apresiasi upaya Bu Risma Walikota Surabaya, Pak Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya yang terus memberikan rasa aman bagi masyarakat. Saya berharap Sabtu dan seterusnya kunjungan mall akan lebih kondusif," ujarnya.

Sutandi menjelaskan, terkait pengamanan mall yang super ketat, hal ini dilakukan untuk kewaspadaan.

"Kami tetap waspada meskipun kondusif. Kami tidak mau lengah, kalau sedikit kemacetan mohon maaf. Sudah waktunya Suroboyo Wani dan Surabaya tidak takut. Monggo masyarakat datang ke mall Secara normal," katanya.

Tri Rismaharini Walikota Surabaya juga mengakui, teror bom selama dua hari berturut turut di Surabaya memang menghambat perekonomian. Namun, dia yakin masih bisa dibenahi dengan kebersamaan.

"Ya agak turun tapi mudah-mudahan cepat normal kembali," kata Risma. (bid/iss)


LAINNYA