SS TODAY

90 Bom Pipa dan 59 Bom Mug Disita Densus 88 dalam Operasi Pascabom Surabaya

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 23 Mei 2018 | 14:21 WIB
Grafis. Foto:Istimewa.
suarasurabaya.net - Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri telah mengamankan barang bukti bom rakitan dari jaringan pelaku bom yang beraksi di Surabaya.

Dalam sepekan terakhir (13-20 Mei 2018) Densus 88 Mabes Polri telah mengamankan 90 bom pipa dan 59 bom mug bersumbu. Bom-bom itu disita dari 2 TKP Gereja pascaledakan dan 5 tempat tinggal teroris.

Di Surabaya-Sidoarjo sendiri, Tim Densus menyita barang bukti bom maupun bahan peledak dari rumah Anton di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, dari rumah Dita Oeprianto di Perum Wonorejo Asri Blok K/22, Rungkut Surabaya, dan dari rumah Agus di Leces, Probolinggo.

AKP Cinthya Dewi Ariesta Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya mengatakan, seluruh barang bukti bom dan bahan peledak telah didisposal. "Semua bom yang disita, sudah berhasil dideaktivasi (dijinakkan)," katanya, Rabu (23/5/2018).

Selain mengamankan bom dan bahan peledak dari rumah terduga teroris, tim Densus 88 telah menangkap 74 orang terduga teroris, 14 orang di antaranya tewas. Dari jumlah total 74 orang itu, 31 orang di antaranya ditangkap dari Jawa Timur.

Berikut tempat dan jumlah bom yang disita oleh Tim Densus 88 menurut Data Mabes Polri :

1. TKP Gereja Pantekosta Jalan Arjuno Surabaya, disita 2 bom pipa rakitan.
2. TKP GKI Jalan Diponegoro Surabaya, disita 5 bom pipa rakitan.
3. TKP rumah Dita (otak pengeboman tiga gereja di Surabaya) di Perum Wonorejo Asri Blok K 22 Rungkut, Surabaya. Disita 6 bom rakitan.
4. TKP rumah Anton di Rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo. Disita 15 bom pipa rakitan dan rompi serta 45 bom mug serta sumbu.
5. TKP rumah Tri Murtiono (otak pengeboman Mapolrestabes Surabaya) di Jalan Tambak Medoyan Ayu, Rungkut, Surabaya. Disita 54 bom pipa rakitan dan 14 bom mug.
6. TKP rumah Teguh alias Dedy di Manukan Wetan, disita 2 bom pipa rakitan.
7. TKP penangkapan Widodo dan Wicang di Kel Urangagung, Sidoarjo disita 6 bom pipa rakitan. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA