SS TODAY

Romo Kurdo: ..Selamat Jalan Mas Bayu..

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 23 Mei 2018 | 15:06 WIB
Keluarga Aloysius Bayu Rendra Wardana menangis sesaat setelah peti jenazah dikuburkan. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Misa arwah yang Rabu (23/5/2018) digelar untuk Aloysius Bayu Rendra Wardana korban bom gereja katolik Santa Maria Tak Bercela, masih diselimuti suasana duka. Selamat jalan Mas Bayu....

Sejak mobil pembawa jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardana memasuki halaman gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, suasana duka sudah terasa.

Umat yang sejak menjelang pukul 09.00 WIB sudah berkumpul dan memasuki gereja beberapa diantaranya menitikkan air mata saat melihat foto Aloysius Bayu Rendra Wardana, yang dibawa keluarga.

Pada kotbahnya Romo Alexius Kurdo Irianto pastor Paroki Santa Maria Tak Bercela menyampaikan bahwa apa yang sudah dilaksanakan Aloysius Bayu Rendra Wardana tidaklah sia-sia. Karena Bayu melaksanakan tugas melayani umat.

"Sekecil apapun dalam melayani umat, bukanlah sia-sia. Dan apa yang dilakukan mas Bayu sebagai pelayan umat adalah teladan bagi kita semua untuk mau melayani sesama kita. Ini patut dicontoh," ujar Romo Kurdo.

Lebih lanjut Romo Kurdo mengingatkan bahwa teladan yang dilakukan Bayu selayaknya menjadi contoh bagi umat utamanya bagi generasi muda Katolik untuk mau menjadi pelayan masyarakat, pelayan umat.

Dan menutup kotbahnya, Romo Kurdo sekali lagi mengucapkan: Selamat Jalan Mas Bayu, Damai Tuhan Bersamamu. Dan umat seakan tak kuasa menahan tetes air matanya.

Setelah dilakukan misa arwah di gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, jenazah Aloysius Bayu Rendra Wardhana satu diantara korban serangan bom di gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela pada Minggu (13/5/2018) lalu itu dibawa ke tempat pemakaman umum Keputih, Sukolilo.

Ratusan kerabat, keluarga serta teman-teman Aloysius Bayu Rendra Wardhana semasa hidup hadir untuk ikut menghantarkan kali terakhir Bayu ke pemakaman. Nampak hadir didampingi segenap keluarga, Istri dan anak Aloysius Bayu Rendra Wardhana.(tok/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA