SS TODAY

Polisi Terus Memburu Rantai Jaringan Pelaku Teror di Jatim

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 25 Mei 2018 | 12:05 WIB
Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Polisi masih terus memburu rantai jaringan pelaku teror di Jatim maupun wilayah lainnya di Indonesia. Bahkan saat ini, polisi sedang memburu seseorang bernama Abu Bakar, yang merupakan guru dari Dita Oepriarto Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya atau pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Surabaya.

Selain Dita, diduga Abu Bakar juga guru Anton Ferdiantono terduga teroris atau pemilik bom yang meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo. Di mana mereka berdua sering menggelar kajian agama dan mengaji dengan Abu Bakar.

Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim mengatakan pihaknya masih belum bisa memberikan informasi lebih detil tentang perburuan Abu Bakar, karena pihak kepolisian masih menunggu Densus 88 untuk menyelesaikan tugasnya. Selain itu, ada beberapa aturan dalam kepolisian yang memang harus dirahasiakan, agar perburuan tetap berjalan seperti semestinya.

"Iya masih berjalan sampai saat ini. Nanti kalau sudah ada perkembangan ataupun sudah tertangkap, pasti akan dikasih tahu," kata Irjen Pol Machfud Arifin Kapolda Jatim, Kamis (25/5/2018).

Meski belum tertangkap, Machfud mengaku lega, karena semua jenazah terduga teroris sudah melewati proses identifikasi. Sebanyak 13 jenazah terduga teroris telah dimakamkan di pemakaman Mr. X, di kawasan Sidoarjo. Hal itu dilakukan, karena pihak keluarga pelaku, enggan menerima jenazah. Bahkan ada juga yang enggan mengakuinya.

"Yang jelas sekarang ini, saya cukup lega, karena semua pelaku sudah dimakamkan. Kita makamkan di pemakaman Mr. X, karena keluarganya tidak ada yang mau nerima," jelasnya.

Terkait jumlah teroris yang sudah diamankan Densus 88, lanjut Machfud, pihaknya sudah mengamankan sekitar 27 teroris. Semua teroris itu, akan segera menjalani proses hukum.

"Yang sudah totalnya 27 orang. Jelas akan segera diproses hukum. Ini akan terus bekerja, terus berjalan. Tidak berhenti semuanya, lagi berjalan. Karena semua memang butuh proses," kata dia.

Tidak hanya fokus pada pelaku, Machfud juga berharap kondisi korban insiden bom di Surabaya, segera membaik dan jumlahnya bisa semakin berkurang di rumah sakit.

"Kami berharap permasalahan teroris segera rampung dan tidak lagi mengganggu keamanan di Jatim. Mudah-mudahan terus berkurang korbannya yang terkena bom di rumah sakit. Mereka bisa sembuh dan segera pulang. Kemarin kira-kira ada 20 orang, mudah-mudahan terus berkurang lah," pungkasnya. (ang/dwi/rst)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA