SS TODAY

Polri: Ada Sembilan Terduga Teroris Baru Tertangkap di Jawa Timur

Laporan Denza Perdana | Kamis, 31 Mei 2018 | 21:31 WIB
Jenderal Tito Karnavian Kapolri bersama Panglima TNIPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Mapolrestabes Surabaya. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dari total 41 orang terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur, sembilan orang di antaranya adalah penangkapan yang baru-baru ini dilakukan oleh Polri.

Jenderal Tito Karnavian Kapolri yang menyatakan data terduga teroris yang ditangkap di Jawa Timur itu, dibenarkan Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kamis (31/5/2018).

Kapolri, setelah mengikuti kegiatan Safari Ramadhan dengan Panglima TNI dan Forkompinda Jatim, di Mapolrestabes Surabaya, menegaskan penindakan terhadap terduga teroris akan terus dilakukan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

"Terus kami lakukan. Di Jawa Timur, sembilan lagi kami tangkap," katanya.

Salah satu di antara sembilan terduga teroris yang baru diamankan belakangan ini adalah seorang laki-laki berinisial W berusia 35 tahun yang tinggal di Jalan Cokro, Kecamatan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo.

Laki-laki terduga teroris itu pada akhirnya menyerahkan diri ke Polres Probolinggo, Rabu (30/5/2018) malam, setelah adanya tindakan persuasif dari pihak kepolisian terhadap keluarga W.

AKBP Alfian Nurrizal Kapolres Probolinggo mengatakan, tindakan persuasif kepada keluarga terduga teroris telah dilakukan sejak dua hari lalu, Selasa (29/5/2018).

"Kami lakukan tindakan persuasif terutama kepada istrinya. Akhirnya yang bersangkutan mau menyerahkan diri. Kami lakukan penjemputan di rumahnya di Jalan Cokro gang IV setelah salat tarawih kemarin malam sekitar pukul 20.30 WIB," kata Alfian.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti laptop, handphone Nokia 320 yang diduga dipakai untuk switcher peledak, juga peralatan elektronik solder yang diduga dipakai terduga untuk melakukan aktivitasnya.

Sehari-hari, kata Alfian, W adalah seorang penjaga konter ponsel di Jalan Brantas, Probolinggo. Polisi menduga W merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang memiliki keahlian di bidang perakitan bahan peledak.

Polres Probolinggo, kata Alfian, sebelumnya juga telah menangkap lima terduga teroris yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka, kata Kapolres, terbukti menyimpan bahan-bahan peledak.

"Jadi total, sampai kemarin, 10 orang yang sudah kami amankan, lima sudah tersangka. Malam ini ada satu lagi yang akan kami amankan, tapi kami belum bisa memberikan informasi," katanya.

Sementara itu, Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim, mengatakan, sembilan orang baru tertangkap di Jatim seperti disebutkan Kapolri termasuk dalam daftar 41 orang terduga teroris yang diamankan di Jawa Timur.

Barung juga membenarkan, ada penangkapan terduga teroris di kawasan Jalan Girilaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, yang terjadi kemarin, Rabu (30/5/2018).

Sedangkan informasi yang didapat suarasurabaya.net di lapangan, Kamis (31/5/2018) pagi tadi juga terjadi penangkapan terduga teroris di kawasan Banyu Urip, Surabaya.(den/tna/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA