SS TODAY

Kebakaran di Kebalen Kulon Tewaskan Delapan Orang

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 29 Mei 2018 | 18:51 WIB
Petugas PMK mengevakuasi korban meninggal dunia dari rumah kos yang terbakar di Kebalen Kulon Gang II Nomor 9, Selasa (29/5/2018) sore. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Delapan orang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dalam kebakaran rumah kos di Kebalen Kulon Gang II Nomor 9, Pabean Catikan, Surabaya, Selasa (29/5/2018) sore. Sementara, enam orang lainnya, termasuk seorang perempuan hamil dan satu anak berhasil menyelamatkan diri.

Bambang Vistadi Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya menjelaskan, saat petugas PMK datang, warga mengaku sudah tidak ada orang di dalam rumah kos dua lantai tersebut. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Baru 20 menit kemudian, api berhasil dipadamkan.

"Saya minta maaf. Ada korban jiwa. Semuanya ditemukan dalam satu ruangan tanpa jendela yang terletak di paling pojok," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Selasa malam.

Kedelapan jenazah telah dievakuasi ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sementara satu orang yang terluka saat berusaha menyelamatkan diri telah dirawat di RSUD Dr. Soewandhie Surabaya.


Jenazah korban kebakaran di rumah kos Kebalen Kulon, Surabaya dibawa ke RSUD Dr Soetomo. Foto: Istimewa

Sebelumnya, enam orang dilaporkan telah keluar dari dalam rumah kos dua lantai tersebut. Tiga orang dewasa, di antaranya satu ibu hamil berhasil keluar lewat jendela berukuran 60x90 cm. Juga satu anak juga selamat karena keluar dari jendela itu dan dilempar dari lantai dua.

"Sementara dua orang lainnya keluar menerobos api dari lantai satu. Ada yang rambutnya terbakar," kata Bambang.

Kebakaran terjadi di sebuah rumah kos kosan di Kebalen Kulon Gang II No 9 terjadi pukul 14.30 WIB. Dugaan sementara karena korsleting listrik.

Di lantai dua, tempat api berasal, terdapat empat kamar yang posisinya berjajar. Satu kamar terbuat dari tembok, sisanya terbuat dari triplek.

Seluruh bagian lantai dua habis terbakar. Sementara api juga mengenai sebagian lantai satu dan satu buah mobil yang diparkir di lantai satu.

Kebakaran ini tidak sampai merembet ke bangunan lain karena bangunan milik Haji Hadirin ini berupa rumah permanen seluas 4x12 meter dari beton cor. Dulu, bangunan ini studio musik. Karena itu model bangunannya tertutup.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah