SS TODAY
Kebakaran di Kebalen Kulon

Rencana Anam Berbuka Puasa Bersama Istri dan Anak Pupus

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 30 Mei 2018 | 08:36 WIB
Novi Surya Pratiwi (25) dan anak semata wayangnya Andita Putri (2) semasa hidup. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Choirul Anam (29) tak menyangka, Selasa siang (29/5/2018) itu menjadi pertemuan terakhir dengan istri dan anaknya. Pria yang berprofesi sebagai driver ojek online ini mengaku menyesal, siang itu dia harus berangkat kerja meninggalkan istri dan anaknya di kamar kos.

Hati Anam sangat terpukul, rencana buka puasa bersama istri dan anak pun pupus seiring kabar duka bahwa sang istri Novi Surya Pratiwi (25) dan anak semata wayangnya Andita Putri (2), ditemukan tak bernyawa bersama enam orang penghuni kos lainnya, usai kebakaran di Kebalen Kulon Gang II No. 9 Krembangan Utara, Pabean Cantikan, Surabaya.

"Saat pamit berangkat kerja, anak saya Dita sambil tersenyum minta dibelikan es krim. Tapi sebelum saya pulang, saya dapat kabar kalau istri dan anak saya meninggal. Saya sangat menyesal, tau gitu saya tidak berangkat kerja, tapi gimana lagi mungkin ini sudah jalannya," kata Anam di kamar jenazah RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa malam.

Anam menceritakan sisa kenangan manis bersama keluarga kecilnya saat pagi hari, sebelum musibah kebakaran itu terjadi. Anam mengaku sempat bercanda dengan istrinya sambil menyuapi sarapan pagi si kecil.

"Saya pagi hari masih ngumpul bersama anak dan istri. Saya sempat menyuapi anak, ya di kamar kos itu," kata Anam.

Satu kenangan lagi yang masih terngiang di benak Anam, rencana mudik lebaran bersama keluarga ke tempat kelahirannya di Pamekasan, Madura, harus pupus.

Dia kembali menyesali, kenapa satu jam setelah dia beranjak dari kos untuk berangkat ngojek, peristiwa kebakaran itu terjadi. Anam juga tak bisa berkomunikasi dengan istri saat dia sedang berada di luar. Karena Novi tidak memegang handphone. Anam mengaku mendapat kabar duka itu dari mertuanya yang menelpon.

"Sejak keluar kos siang itu, saya tidak berkomunikasi sama sekali dengan Novi. Saya tahu kejadian itu setelah ditelpon oleh mertua saya. Padahal, saya sudah berencana kalau bulan ini ada uang cukup, saya akan belikan handphone untuk istri saya," katanya.

Hari ini, Rabu (30/5/2018) Anam tinggal menunggu hasil identifikasi jenazah Novi dan Dita oleh tim DVI Polda Jatim di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Bersama keluarga dari 6 korban lainnya yang juga masih menunggu hasil identifikasi jenazah sebelum nantinya boleh dibawa pulang ke rumah duka masing-masing dan dimakamkan.

Sekadar diketahui, kebakaran terjadi di sebuah rumah kos di Kebalen Kulon Gang II No 9. Kebakaran ini juga menimbulkan 8 korban jiwa dan empat orang luka-luka serta beberapa orang berhasil keluar dengan selamat.

AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengatakan, 8 korban jiwa ini ditemukan saat proses pemadaman selesai sekitar pukul 14.30 WIB. Informasi sementara, titik api timbul dari dari kamar lantai dasar, kemudian api membesar sehingga para penghuni yang di lantai atas terjebak tidak bisa turun melalui tangga yang merupakan satu-satunya akses keluar. Empat orang ada yang terpaksa keluar dengan melompat melalui jendela lantai dua dan ditolong warga. (bid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah