SS TODAY

Dua Korban Kebakaran di Kebalen Kulon Berhasil Diidentifikasi

Laporan Anggi Widya Permani | Rabu, 30 Mei 2018 | 15:42 WIB
AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dari delapan jenazah korban kebakaran rumah di Kebalen Kulon Surabaya, Selasa (29/5/2018) dua diantaranya telah berhasil diidentifikasi.

Hal ini disampaikan oleh AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bahwa masih ada enam jenazah lainnya yang belum selesai diidentifikasi.

"Sekarang masih dalam proses, baru beberapa yang bisa dipastikan itu jenazah siapa. Saat ini masih dua jenazah yang teridentifikasi," kata Agus, saat ditemui di RSUD Dr. Soetomo, Rabu (30/5/2018).

Agus mengakui, proses identifikasi itu memang membutuhkan waktu yang cukup lama, yang harus melewati beberapa prosedur. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa data benar-benar valid. Sehingga saat proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga korban, jenazah sudah sesuai data dan tidak akan tertukar.

"Tadi saya sudah masuk ke dalam untuk memberikan kepastian bahwa, ini proses penting yang dilakukan oleh Tim DVI dengan para ahli. Supaya para korban jenazah ini tidak tertukar satu sama lain. Jangan sampai, kita salah menyampaikan ke keluarganya," jelasnya.

Secara keseluruhan, kata Agus, proses identifikasi berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun, baik dari sisi teknis maupun administrasi. Dia berharap, proses identifikasi cepat selesai, agar para jenazah bisa segera dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Hasil identifikasi, nantinya akan disampaikan lebih lanjut oleh Tim DVI.

"Semoga ini bisa cepat, pihak keluarga juga mohon bersabar. Kami pastikan dulu jenazah sesuai dan tidak tertukar. Sekarang ini prosesnya masih berlanjut. Nanti Tim DVI yang akan menyampaikan, bukan saya," tambahnya.

Tidak hanya memantau hasil identifikasi, lanjut Agus, pihaknya juga menunggu proses Tim Labfor Polda Jatim, untuk memastikan penyebab dari kebakaran itu. Agus menegaskan bahwa sampai saat ini penyebab masih belum diketahui secara pasti dan tidak bisa berpendapat diatas dugaan.

Agus juga mengakui bahwa pihak kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap sekitar tiga hingga empat orang saksi, termasuk pemilik kos. Terkait apakah akan diproses hukum, Agus belum bisa memastikan, karena harus ada bukti-bukti yang menguatkan.

"Kami juga tinggal menunggu proses dari pekerjaan Tim Labfor Polda Jatim, untuk mengetahui penyebabnya apa. Polisi tidak bisa menduga-duga apakah pemilik kos akan ditetapkan tersangka. Karena semua harus pasti dan ada bukti," ujarnya.

Sekedar diketahui, kebakaran yang terjadi di sebuah kos daerah Kebalen Kulon Surabaya, mengakibatkan delapan orang meninggal dunia. Agus mengatakan delapan orang itu diantaranya satu bayi, tiga anak-anak dan empat orang dewasa. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani