SS TODAY
Info Mudik

Memasuki H-8, Jalan Raya Pantura Situbondo Masih Belum Selesai

Laporan Agustina Suminar | Kamis, 07 Juni 2018 | 12:54 WIB
Jalan Raya Pantura Hutan Baluran Situbondo dalam perbaikan. Rabu (6/6/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Hingga H-8 Lebaran 2018 perbaikan Jalan Raya Pantura Situbondo, Jawa Timur terpantau belum rampung. Padahal sebelumnya, seluruh perbaikan jalur mudik ditargetkan rampung pada H-10 Idul Fitri 1439 Hijriah.

Salah satu titik perbaikan jalan di Jalur Pantura Situbondo yang belum rampung yakni perbaikan di jalan raya yang melintasi kawasan Hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih. Sehingga selama pengerjaan pengaspalan berlangsung, arus lalu lintas hanya dibuka satu jalur. Kendaraan roda empat yang akan melintas, baik dari arah Banyuwangi maupun sebaliknya dari arah Surabaya, harus bergantian.

Menurut Yossi, salah seorang pengendara roda empat mengaku, jika perbaikan jalan tidak segera dirampungkan, maka hal itu akan mengganggu arus mudik lebaran kali ini.

"Meskipun tidak parah, tapi kemarin saat kami melintas di jalan raya Hutan Baluran ya sempat macet. Dan menjelang arus mudik volume kendaraan kan memang meningkat, kalau tidak segera dirampungkan ini bisa mengganggu arus mudik," katanya kepada Antara.

Selain perbaikan jalan yang belum rampung, di ruas jalan kawasan Hutan Baluran masih dijumpai kondisi jalan yang rusak dan bergelombang. Karena itu, pengendara hendaknya lebih berhati-hati saat melintas di jalan raya tersebut.

Sementara itu, AKBP Awan Hariono Kapolres Situbondo mengatakan, pengerjaan perbaikan jalan raya Pantura Situbondo dibagi menjadi dua, yakni PPK 04 dan PPK 05.

PPK 04 melakukan perbaikan dari wilayah kota ke barat hingga Kecamatan Banyuglugur. Sedangkan PPK 05 melakukan perbaikan jalan dari kota ke wilayah timur hingga perbatasan Situbondo dan Banyuwangi.

"Kami sudah melakukan rapat koordinasi bahwa perbaikan jalan ini ditarget selesai H-10 atau paling lambat tanggal 7 Juni 2018 hari ini, sehingga tidak mengganggu arus mudik," ujarnya. (ant/tna/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA