SS TODAY
Info Mudik

Tes Kesehatan dan Pemasangan Speed Alarm di Terminal Purabaya untuk Cegah Kecelakaan

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 08 Juni 2018 | 14:52 WIB
Pemasangan speed alarm, alat pengingat atau imbauan bagi pengemudi untuk mengurangi kecepatannya, di Terminal Purabaya, Jumat (8/6/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Ditlantas Polda Jatim bersama Dishub Jatim meninjau langsung persiapan mudik Lebaran 2018, di Terminal Purabaya, Jumat (8/6/2018). Dalam hal ini, ada dua kegiatan yang menjadi fokus utama, di antaranya pemasangan speed alarm dan tes kesehatan terhadap para pengemudi bus.

Kombes Pol Heri Wahono Dirlantas Polda Jatim mengatakan dua kegiatan tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan pada saat mudik. Berdasarkan data jumlah kecelakaan 2017, tercatat ada 402 kasus kecelakaan di Jatim dan sekitar 333 korbannya meninggal dunia.

Dari data tersebut, kontribusi paling banyak ditemukan adalah disebabkan oleh angkutan umum. Untuk itu, faktor kendaraan dan pengemudi bus, menjadi hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya antisipasi kecelakaan lalu lintas.

"Melihat dari data kecelakaan tahun lalu, kontribusi paling banyak adalah angkutan umum. Makanya kita fokuskan terhadap dua faktor, yaitu kendaraan dan awak pengemudinya," kata Heri, Jumat (8/6/2018).

Untuk faktor kendaraan, kata Heri, sudah dilakukan pemasangan 80 speed alarm atau pembatas kecepatan maksimal, pada beberapa angkutan umum. Alat tersebut nantinya mengeluarkan bunyi atau suara, ketika pengemudi bus memacu kendaraannya lebih dari batas kecepatan yang ditentukan.

"Alat tersebut akan bekerja sebagai pengingat atau imbauan bagi pengemudi untuk mengurangi kecepatannya. Misal pengemudi memacu kendaraannya lebih dari batas kecepatan yang ditentukan yaitu 100 km per jam. Alat itu akan langsung bunyi," tuturnya.

Heri berharap, pemasangan speed alarm itu nantinya, bisa dipasang ke semua angkutan umum di Jatim. "Menurut saya, ini pertama kalinya. Karena di Polda lain tidak ada. Sementara baru 80 alat yang kami pasang. Ke depan tentunya secara bertahap, mudah-mudahan armada lainnya akan menyusul," tambahnya.

Selain pemasangan speed alarm, lanjut Heri, upaya antisipasi lainnya yang dilakukan yaitu menggelar tes kesehatan dan tes urine bagi para pengemudi bus. Sekitar 34 sopir bus, menjalani pemeriksaan mulai tensi darah dan tes urine, untuk memastikan mereka tidak mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

"Jadi tes urine dan tes kesehatan ini, kita ingin mengantisipasi dan memastikan bahwa awak pengemudi ini dalam kondisi sehat saat mengemudikan kendaraannya," jelasnya. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA