SS TODAY
Info Mudik

PP Muhammadiyah: Hari Raya Idul Fitri 1439 H Jatuh pada Jumat 15 Juni 2018

Laporan Jose Asmanu | Kamis, 14 Juni 2018 | 11:40 WIB
Abdul Mukti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Foto: pwmu.co
suarasurabaya.net - Abdul Mukti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, mengatakan tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah pemerintah dan NU dalam menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H atau 2018 Masehi yakni pada hari Jumat Legi (15/6/2018).

Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, Ijtimak menjelang Syawal 1439 H terjadi pada hari Kamis Kliwon (14/6/2018) pukul 02:45:53 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta Hilal sudah wujud.

Abdul Mukti mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk memperkuat silaturahim.

Umat Islam hendaknya melaksanakan ibadah sesuai sunnah Nabi Muhammad antara lain membayar zakat fitrah, memperbanyak membaca takbir dan menunaikan shalat Idul Fitri. Diutamakan mengumandangkan takbir di masjid atau mushalla dengan pengeras suara yang bagus sebagai syiar Islam dengan tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan dan menghormati masyarakat yang berbeda-beda keyakinan.

Apabila melaksanakan takbir keliling hendaknya senantiasa dilakukan dengan baik, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban umum, dan berkoordinasi dengan kepolisian dan aparatur pemerintah yang terkait.

Sementara itu, Helmi Faesil Sekjen PBNU mengatakan, PBNU menghormati keputusan PP Muhammadiyah yang telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, jatuh hari Jumat (15/6/2018).

Majelis Tarjih PP Muhammadiyah mengumumkan Idul Fitri lebih awal karena menggunakan metode hisab atau kalender.

Sedangkan NU dalam menetapkan Idul Fitri menggunakan metode hisab dan rukyat. Sama dengan metode yang dianut oleh pemerintah dan fatwa MUI.
Sebab itu NU harus menunggu hasil rukyat. Helmi juga berharap tidak ada perbedaan dalam menentukan Idul fitri. (jos/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA