SS TODAY

Sediakan Ratusan Hadiah, TPS 33 Surabaya Jadi Perhatian KPU RI dan Tim Pemantau Internasional

Laporan Jose Asmanu | Rabu, 27 Juni 2018 | 10:47 WIB
KPU RI bersama Tim Pemantau Internasional di TPS 33 Mojo, Karang Menjangan, Surabaya, Rabu (27/6/2018). Foto: Jose suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim pemantau Pilkada Internasional bersama pihak KPU RI, mulai turun ke lapangan untuk memantau langsung pelaksanaan Pilkada Serentak di Jatim. Salah satunya, mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) unik, di TPS 33 Mojo, Karang Menjangan, Surabaya, Rabu (27/6/2018).

Dari pantauan suarasurabaya.net, selain didesain bernuansa sepak bola, hal yang unik dari TPS tersebut yaitu para pemilih yang datang akan mendapatkan beragam hadiah. Pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) telah menyediakan sekitar 125 hadiah, yang akan siap dibagikan dengan cara diundi.

Sementara untuk jumlah pemilih di TPS tersebut, sekitar 500 an orang.

Irfan salah satu petugas KPPS menjelaskan, ratusan hadiah itu dibagikan saat para pemilih keluar dari bilik suara. Setelah mencoblos, para pemilih akan mengambil kertas gulung atau lotrean, yang bisa berkesempatan mendapatkan hadiah atau belum beruntung.

"Jadi tidak semua dapat hadiah. Karena hadiahnya cuma ada 125, sedangkan pemilihnya sekitar 500an orang. Kalau beruntung ya dapat hadiah, kalau tidak ya tidak hadiah. Semacam arisan," kata Irfan.

Irfan juga menyebutkan, ratusan hadiah itu merupakan hasil dari sumbangan masyarakat setempat, yang sangat berantusias ingin turut menyemarakkan pesta demokrasi Pilkada serentak tahun ini.

"Kita tidak mematok harus mahal, yang penting kelihatan banyak dan menarik banyak orang. Ini inisiatif masyarakat sendiri, yang ingin ada hal menarik. Kita tidak pakai hadiah uang, agar tidak menimbulkan fitnah atau kecurigaan lainnya," jelasnya.

Sementara itu, KPU RI beserta tim pemantau asing yang berada di lokasi sangat kagum dan mengapersiasi pelaksanaan Pilkada di Jatim, salah satunya di TPS 33 yang digelar dan didesain dengan unik. Mereka mengakui bahwa pelaksanaan Pilkada semacam itu belum pernah terjadi di negara lainnya.

Adapun tim pemantau yang datang pada hari ini, diantaranya dari negara Fiji, Australia, Singapura, Amerika Serikat, dan Jerman.

Pilkada serentak di Jatim tahun ini, mendapat perhatian khusus dari KPU dan pemantau internasional. Selain jumlah pemilihnya yang cukup signifikan, Jatim mempunyai karekteristik tersendiri, yang bisa dijadikan referensi daerah lain dalam penyelenggaraan Pemilu Legislatif maupun Pilpres. (jos/ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA