SS TODAY

Menkopolhukam Minta Para Pemenang Hitung Cepat Pilkada Jangan Gembira Berlebihan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 27 Juni 2018 | 17:57 WIB
Wiranto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo! Jakarta Selatan didampingi Jendral Polisi Tito Karnavian Kapolri, Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI, dan Jenderal Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Rabu (27/6/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Wiranto Menko Polhukam menjelaskan menghadapi quick count atau perhitungan cepat yang bisa memberikan hasil sebelum perhitungan suara yang sah dilaksanakan, para tokoh politik dan massa pendukungnya sebaiknya bisa menjaga emosinya.

"Terhadap quick count ini, kita himbau kepada para petugas untuk mengajak massa dan pendukungnya ,mengajak tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh setempat untuk tidak emosional baik yang kalah maupun yang menang," ujar Wiranto dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo! Jakarta Selatan didampingi Jenderal Polisi Tito Karnavian Kapolri, Marsekal Hadi Tjahjanto Panglima TNI, dan Jendral Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Rabu (27/6/2018).

Bagi yang menang, kata Wiranto, jangan meluapkan kegembiraan yang berlebihan.

"Jangan terlalu emosional, jangan euphoria, jangan menunjukkan demonstrasi yang berlebihan dan kalau kalah, jangan melibatkan massa besar untuk menunjukkan emosinya. Jangan sampai itu," kata dia.

Menko Polhukam mengajak masyarakat menjaga agar perhitungan selesai. Yang kalah dan yang menang menghadapi dengan sikap-sikap yang demokratis dan ksatria. Dan yang menang juga jangan berlebihan menunjukkan sikap-sikap yang arogan.

"Yang kalah juga harus introspeksi bahwa masih ada waktu-waktu lain untuk berlaga kembali," jelasnya.

Wiranto mengaku kalau Kapolri sudah menekankan kepada aparat keamanannya untuk mengawal surat suara ini, agar aman sampai ke tempat perhitungan terakhir.

"Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ada kecurigaan yang membuat perhitungan menjadi absurd ,sehingga perlu dengan pengawalan ketat," tegasnya.

Sementara, Wiranto menegaskan kalau penyelenggraan Pilkada serentak hari ini berjalan lancar. Dari 387 ribu TPS (Tempat Pemungutan Suara),hanya ada 10 TPS yang bermasalah.

"Dari 10 TPS itu,satu diantaranya terkait dengan terhambatnya logistik pencoblosan yaitu di Morowali, Sulawesi Tengah karena Banjir," kata Wiranto.(faz/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA