SS TODAY

Bawaslu: Pilkada Jatim Berjalan Lancar, Tapi Masih Ada Pelanggaran

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 29 Juni 2018 | 21:33 WIB
Pemungutan suara Pilbup dan Pilgub di Lapas Klas 2 Jombang cukup lancar. Warga binaan setelah mencoblos memasukkan surat suara. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Aang Kunaifi Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim mengatakan secara umum, pelaksanaan Pilkada di Jatim memang berjalan cukup baik. Namun, pihaknya masih mendapatkan temuan pelanggaran yang terjadi saat pelaksanaan pemungutan suara itu berlangsung.

Adapun pelanggaran yang paling banyak terjadi pada tahun ini, yaitu temuan pelanggaran administrasi atau tata pelaksanaan di beberapa TPS. Seperti pelanggaran prosedur penghitungan suara, yang sering terbalik dan terjadi di kabupaten atau kota yang mengadakan Pilgub dan Pilbup. Seharusnya, penghitungan suara Pilgub didahulukan daripada Pilbup.

"Paling banyak kami menemukan pelanggaran administrasi. Misalnya, salah prosedur penghitungan suara khususnya di wilayah yang mengadakan Pilgub dan Pilbup. Banyak yang keliru, Pilbup dulu baru Pilgub. Seharusnya, Pilgub dulu, baru Pilbup. Tapi sudah ditegur sama petugas setempat di waktu itu juga," jelas Aang, Jumat (29/6/2018).

Tidak hanya pelanggaran administrasi, lanjut dia, pihaknya juga menemukan kasus pemukulan yang terjadi di salah satu TPS di Sumenep. Kemudian, adanya pemungutan suara Pilbup ulang di Bangkalan dan beberapa surat suara yang ditemukam sudah tercoblos sebelum pelaksanaan dimulai.

"Kami sudah memberikan teguran ke pengawas kami. Dan saat itu juga waktu pelaksanaan, petugas kami langsung melakukan perbaikan," tambahnya.

Secara umum, kata Aang, diakuinya pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Jatim, terlaksana cukup baik dan sukses. Di mana pelanggaran yang menjadi atensi, mulai minim ditemukan. Seperti contoh money politik, yang di tahun sebelumnya sangat banyak ditemukan.

Aang mengakui, kasus money politik pada tahun ini jumlahnya sudah semakin berkurang dan sangat minim ditemukan. Menurutnya, ada perubahan yang cukup signifikan yang terjadi di masyarakat. Di mana sekarang, masyarakat sudah lebih dewasa, kesadarannya tinggi untuk menjauhi janji-janji politik yang dibekali uang.

Masyarakat sudah bisa menentukan hak pilihnya dengan baik dan benar. Serta tidak mudah terprovokasi dengan janji-janji lainnya.

"Perubahannya jauh sekali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jumlahnya turun drastis. Masyarakat sudah lebih sadar dan dewasa dengan hak pilihnya," kata dia. (ang/tna/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA