SS TODAY

Warga Manukan Kulon Mencoblos Ulang Akibat Pemilih Ganda

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 01 Juli 2018 | 10:40 WIB
Pemungutan suara ulang di TPS 49 Manukan Kulon, Kecamatan Tandes Surabaya, berlangsung hari ini, Minggu (1/7/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pelaksanaan pemungutan suara ulang di TPS 49 Manukan Kulon, Kecamatan Tandes Surabaya, berlangsung hari ini, Minggu (1/7/2018). Sejak pukul 07.00 WIB, warga yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) terlihat sudah mulai berdatangan.

Jumlah DPT di TPS 49 tercatat sebanyak 381 orang. Hingga pukul 10.00 WIB, sudah ada 100-an pemilih yang datang ke TPS 49. Pemilihan suara ulang ini, akan berlangsung sampai nanti pukul 13.00 WIB.

Miftakhul Gufron Komisioner KPU Surabaya mengatakan pemilihan suara ulang ini dilakukan karena temuan pemilih ganda, yang terjadi pada Rabu (27/6/2018), saat pelaksanaan Pilkada serentak. Suami istri berinsial KU dan SU diketahui menggunakan hak pilihnya di dua TPS yang berbeda, dengan memanfaatkan hak suara milik orang lain.

Dari hasil kajian sementara, kata Gufron, pihaknya masih belum menemukan unsur kesengajaan dari dua pemilih itu. Dia juga mengakui, bahwa pelanggaran itu terjadi termasuk kelalaian dari petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Seperti tidak mengecek jari kelingking pemilih, yang padahal sudah ditandai dengan tinta ungu.

Padahal sebelumnya, lanjut dia, dua pemilih yang melanggar itu, sudah memberikan hak suaranya di TPS lain dengan menggunakan KTP. Sementara di TPS 49, dua pemilih itu menggunakan hak suara orang lain dengan memanfaatkan C6 orang lain.

"Jadi mereka itu kan kontrak di daerah sini. Petugas kami juga lalai, saat memberikan undangan, tidak cek dulu atau tidak hafal dengan pemilik rumah. Tidak tahu kalau rumah itu dikontrakkan ke orang lain dan undangannya diterima sama yang ngontrak. Dua orang itu ikut coblosan di TPS 9, dimana dia terdaftar DPT disana. Lalu nyoblos lagi ke TPS 49, menggunakan C6 pemilik kontrakan. Ketahuannya, pemilik C6 itu datang, dan ternyata sudah ada yang ngisi. Langsung kami telusuri," jelas Gufron, Minggu (1/7/2018).

Dari ketidaklalaian itu, lanjut dia, petugas KPPS yang bertugas sebelumnya tidak digunakan lagi pada pemungutan suara ulang kali ini. Pihak KPU Surabaya telah mengganti petugas KPPS yang baru, dan diklaim sudah diberikan pelatihan yang cukup.

Sementara itu, Andi salah satu warga setempat mengaku senang dengan adanya pemungutan suara ulang di tempatnya. Dia mengaku, tidak merasa terbebani dengan pemungutan suara ulang ini. Menurutnya, warga cukup antusias untuk mengikuti sebagai upaya antisipasi kecurangan pada pelaksanaan Pilkada serentak ini.

"Ini upaya yang bagus. Warga juga masih kelihatan antusias. Karena warga sekarang ini sudah cerdas, untuk mengantisipasi kecurangan. Saya tidak ngeluh kalau pemungutan suara ini diulang," tuturnya. (ang/iss/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA