SS TODAY

Berikut Kronologi Ledakan di Bangil Pasuruan Menurut Saksi Mata

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 05 Juli 2018 | 17:55 WIB
Lokasi rumah kejadian ledakan di Jalan Pepaya 321, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sampai sekarang ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku ledakan dan olah TKP di Jalan Pepaya 321, Kecamatan Bangil, Pasuruan. Namun, seorang saksi mata bernama Idi Suryanto atau Didit, mengaku berada di dekat lokasi sebelum ledakan hingga pengejaran pelaku.

"Awalnya saya itu duduk di depan rumah, saya habis beli elpiji kebetulan, terus saya taruh di dalam. Saya duduk sambil ngerokok, ngopi sama teman, lalu ada ledakan bom," jelas Didit kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (5/7/2018).

Tahu ada ledakan, ia lalu mendatangi lokasi. Disana, seorang laki-laki keluar dengan membawa seorang anak kecil dalam keadaan terluka. Didit juga mulai curiga saat ia mencium bau belerang di dalam rumah.

"Ternyata di dua rumah (dari rumah Didit, red) itu ada asap, lalu saya datangi. Yang bersangkutan itu sedang menggendong anaknya dalam kondisi luka parah, saya tanya 'ada apa bang', dia jawab 'ndak papa kok cuma ledakan elpiji'. Cuma saya lihat di bawah itu banyak pecahan kaca, paku, dan bau belerang," jelasnya.

Setelah itu, seorang anak yang mulanya digendong laki-laki, lalu diserahkan ke wanita yang diduga ibu sang anak. Melihat sang anak terluka parah, Didit menyuruh warga yang lain untuk membawa anak kecil itu ke rumah sakit.

"Saya minta warga suruh nganter ke rumah sakit. Saya telpon koramil, babinsa, saya bilang ada kejadian. Terus mereka bilang, itu (laki-laki, red) merupakan orang yang selama ini kita curigai," ujarnya.

Didit berasumsi, bahwa ledakan itu terjadi atas ketidaksengajaan yang dilakukan anaknya. Karena saat kejadian, ia melihat hanya seorang anak kecil yang terluka, sedangkan seorang laki-laki dan perempuan yang keluar dari rumah itu tidak mengalami luka fisik apapun.

Pria yang keluar dari lokasi kejadian yang diduga adalah pelaku ledakan, berusaha lari menggunakan sepeda motor setelah korban dibawa ke rumah sakit. Namun warga yang mengetahui langsung menghentikan motor pelaku.

"Orangnya mau lari pakai sepeda motor, motornya saya cegat sama warga, saya malah diancam, 'awas kamu ya!'. Dia masuk ke dalam pintu (rumah, red), ditutup, lalu terjadi dua kali ledakan," kata Didit.

Mendengar suara ledakan, Didit dan warga menduga bahwa laki-laki tersebut telah mati karena bom bunuh diri. Akhirnya, Didit dan warga berkoordinasi dengan polsek dan koramil. Sesaat kemudian, pelaku lari dan langsung dikejar oleh polisi.

Namun saat polisi berusaha mengejar, pelaku melempar sesuatu yang diduga bom, sehingga terjadi ledakan.

"Kapolsek lari ke barat, saya ke timur, lalu Kapolsek sempat dilempar bom terus meledak dua kali, ledakannya jadi lima kali," kata Didit.

Melihat kejadian itu, para warga yang menyaksikan langsung lari ketakutan.

Menurutnya, pelaku kabur dengan membawa ransel hitam sambil mengendarai motor. Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pemboman.

Hingga berita ini dimuat, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait ledakan yang terjadi di Bangil, Pasuruan. (bid/tna/rst)