INFO HAJI

Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya Telah Berangkat ke Tanah Suci

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:22 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Syamsul Bahri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur selaku Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, melepas keberangkatan kloter 83 sebagai kloter terakhir pada embarkasi Surabaya, Rabu (15/8/2018) pukul 05.00 WIB.

Dalam sambutannya, Syamsul Bahri mendoakan jamaah haji diberikan kelancaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.

"Alhamdulillah dari kloter satu sampai delapan puluh tiga, jamaah haji selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan menjadi haji yang mabrur," jelas Kakanwil di teras hall Bir Ali pada 340 JCH Kloter 83.

Ia juga meminta agar JCH menjaga kesehatan dan nama baik bangsa Indonesia selama berada di tanah suci, serta meluruskan niat ibadah haji karena berharap ridlo Alloh SWT.

"Jaga kondisi kesehatan, nama baik diri, keluarga serta nama baik bangsa Indonesia, jangan lupa luruskan niat ibadah haji lillahi ta'ala," pesan Syamsul Bahri pada JCH yang berasal dari gabungan 17 kabupaten kota se-Jawa Timur yakni dari Kota Surabaya, Kota Malang, Tulungagung, Sumenep, Sidoarjo, Probolinggo, Mojokerto, Magetan, Madiun, Lumajang, Kediri, Gresik, Bangkalan, Bondowoso, Jombang, Pamekasan dan Trenggalek.

Kakanwil juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua komponen yang telah bekerja sama bertanggung jawab dalam kelancaran pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Surabaya.

"Alhamdulillah, tidak ada persoalan yang berarti, semua dapat diselesaikan berkat kerja sama semua komponen yang bertanggung jawab pada pemberangkatan ibadah haji ini," terangnya.

Kloter 83 diterbangkan dari bandara internasional Juanda menuju Jeddah menggunakan pesawat Saudi Arabia Airline dengan nomer penerbangan SV 5215 pukul 07.25 WIB.

Hingga pemberangkatan kloter terakhir, embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 37.050 orang dengan rincian JCH Jawa Timur sebanyak 35.287 orang, Bali 694 orang, NTT 654 orang serta 415 petugas haji yang menyertai jamaah.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pulahta (pengumpulan dan pengolahan data) PPIH menyebutkan terdapat 11 orang yang dipulangkan tunda berangkat karena sakit, serta 4 orang jamaah hamil yang tidak layak terbang sehingga tunda berangkat ketika telah masuk di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Berdasarkan data yang ada, hingga kloter terakhir, terdapat 673 jamaah haji yang memakai kursi roda karena kondisi resiko tinggi (resti).

Hingga hari ini, terdapat 9 jamaah haji Jawa Timur yang telah dinyatakan wafat di tanah suci.

Berikut daftar jamaah haji Jatim yang meninggal dunia:
1.Sanusi Musthofa Khafid (73 tahun) kloter 6 asal Jember wafat pada 25 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena respiratory diseases.

2. Sholeh Abu (74 tahun) kloter 23 asal Kab. Malang wafat pada 27 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

3. Rasnam Ponidjan (64 tahun) kloter 23 asal Kota Malang wafat pada 29 Juli 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

4. Masriah Sejadi (59 tahun) kloter 46 asal Kab. Lamongan wafat pada 4 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

5. Mium Usup Dito Redjo (64 tahun) kloter 35 asal Kab. Ngawi wafat pada 5 Agustus 2018 di KKHI Madinah (pemondokan) karena cardiovascular diseases.

6. Murti Wiji Tajid (82 tahun) kloter 47 asal Kab. Lamongan wafat pada 8 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

7. Rohmat Abdul Latif (62 tahun) kloter 54 asal Kab. Kediri wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Mekkah karena cardiovascular diseases.

8. Sarun Karim Bakri (52 tahun) kloter 8 asal Kab. Jember wafat pada 9 Agustus 2018 di KKHI Madinah karena cardiovascular diseases.

9. Mat Khaer Iskak (76 tahun) kloter 39 asal Kab. Bojonegoro wafat pada 10 Agustus 2018 di KKHI Makkah karena cardio pulmonary arest. (bid/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.